Diduga Menyusup, Seorang Intel Polisi Diamankan Massa Aksi May Day di Semarang

Seorang pria yang diduga merupakan anggota intelijen kepolisian tertangkap saat menyusup ke dalam barisan massa aksi peringatan Hari Buruh Internasional (May Day)

Diduga Menyusup, Seorang Intel Polisi Diamankan Massa Aksi May Day di Semarang
Viral pria diduga intel diamankan/

INILAHKORAN - Seorang pria yang diduga merupakan anggota intelijen kepolisian tertangkap saat menyusup ke dalam barisan massa aksi peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (1/5). Insiden ini terekam dalam sebuah video yang kemudian viral di media sosial.

Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @aliansimahasiswapenggugat dan memperlihatkan pria tersebut sedang diinterogasi oleh massa aksi, yang mayoritas terdiri dari mahasiswa. Dalam keterangan unggahan disebutkan, “Kita berhasil menawan intel.”

Dalam rekaman itu, perwakilan mahasiswa tampak memberikan imbauan kepada peserta aksi untuk saling menjaga dan waspada terhadap penyusup. Ia menekankan bahwa sebagian intelijen yang menyusup ke dalam aksi sering kali masih berusia muda, tak jauh berbeda dengan peserta aksi itu sendiri.

“Pastikan kawan-kawan seperjuangan mengenakan masker. Karena yang menjadi intel, yang memberi informasi ke aparat, sering kali adalah anak muda seperti kita,” ujar orator dalam video.

pria yang diduga intel tersebut kemudian mengakui identitasnya. “Yanto, betul saya dari anggota kepolisian. Brigadir, Pak,” jawabnya ketika ditanya.

Aksi peringatan May Day sendiri berlangsung di kawasan Jalan Pahlawan, tepat di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah dan gedung DPRD Jateng. Unjuk rasa tersebut diikuti oleh berbagai elemen buruh, mahasiswa, dan aktivis.

Sementara itu, pihak kepolisian juga dilaporkan telah mengamankan beberapa peserta aksi yang diduga melakukan tindakan anarkistis selama demonstrasi berlangsung.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan penyusupan intel tersebut maupun penanganan peserta aksi yang diamankan. Massa aksi mendesak agar unjuk rasa tetap dihormati sebagai bagian dari kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum.


Editor : Firda Rachmawati