Dihuni Pemain Tua, Persib Bandung Siapkan Peremajaan Musim Depan
Persib Bandung siapkan peremajaan skuad musim depan. Tepatnya di musim 2025/2026.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Persib Bandung siapkan peremajaan skuad musim depan. Tepatnya di musim 2025/2026.
peremajaan itu dilakukan lantaran saat ini skuad Persib Bandung dihuni banyak pemain tua. Bahkan menduduki peringkat pertama tim dengan pemain usia paling tinggi di Liga 1 musim ini.
Sebut saja Victor Igbonefo (39 tahun), Achmad Jufriyanto (37 tahun), David da Silva, Ciro Alves (35 tahun), Tyronne del Pino Ramos, Dedi Kusnandar (33 tahun), hingga Nick Kuipers (32 tahun).
Direktur Utama PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Glenn Sugita membenarkan kondisi yang dialami timnya ini. Namun menurutnya diperlukan perhitungan yang matang untuk melakukan peremajaan.
“Kalau kita harus menurunkan usia, berarti kita juga harus memikirkan prestasi. Nah ini yang jadi PR buat kita bagaimana menggabungkan antara usia kita tetap turunkan dan prestasi jangan turun,” kata Glenn Sugita, Rabu, 5 Februari 2025.
Terbukti, lanjutnya, saat ini Persib Bandung berada di puncak klasemen sementara meski dengan pemain usia paling tinggi tersebut. Bahkan baru mengalami satu kali kekalahan dari 21 laga yang telah dijalani di Liga 1 musim ini.
“Tapi saya rasa kita berusaha mungkin 3 sampai 5 tahun ke depan itu mungkin di tengah-tengah antara semua peserta Liga 1 karena sekarang kita paling tua. Paling tua bedanya 3 tahun dengan klub nomor 2. Nah itu tantangan buat kita bagaimana caranya supaya kita bisa di tengah lah, kira-kira,” bebernya.
Direktur Olahraga PT PBB, Adhitia Putra Herawan menambahkan bahwa peremajaan akan mulai dilakukan pada musim depan. Namun dilakukan secara bertahap.
“Tapi nanti setelah 3-5 tahun kita pengennya di angka 25-26 tahunan lah averagenya gitu. Contoh sedikit real ketika kita lawan Dewa (United) ada yang tau gak rata-rata pemain kita usianya berapa? 32 tahun. Ada yang tau gak rata-rata pemain Dewa berapa? 27. Keliatan kan bedanya,” kata Adhit.***
Editor : JakaPermana


