Dika, Cucu Purnawirawan Polisi Jadi Paskibraka di Istana Merdeka
Dika Ambiya Rahman (16 tahun) pelajar kelas XI MIPA 2 SMAN 1 Cijeruk, Kabupaten Bogor, terpilih menjadi anggota Paskibraka tingkat nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Cijeruk - Dika Ambiya Rahman (16 tahun) pelajar kelas XI MIPA 2 sman 1 cijeruk, kabupaten bogor, terpilih menjadi anggota paskibraka tingkat nasional. Ia terpilih menjadi salah satu pembentang bendera pusaka merah pusaka saat upacara penaikan bendera di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, (17/8/2021) besok pagi.
Dika yang sejak usia 6 bulan diasuh oleh kakek neneknya karena orang tuanya broken home, dikenal santun baik di lingkungan rumahnya di Kampung Lengis Hegar Manah RT 03 RW 05, Desa Warung Menteng, Cijeruk.
"Dika berperilaku santun, baik di rumah maupun sekolah, selain aktif di giat ekstrakulikuler Paskibraka, ia juga aktif di pengajian remaja di masjid dekat rumah," ujar Bunyamin kepada INILAH, Senin, (16/8/2021).
Mantan personil Polres Bogor ini menerangkan sedari kecil, ia sudah mendidik Dika dengan disiplin yang tinggi, ambisius dan pantang menyerah. Ia juga kerap menggembleng fisik Dika agar prima saat bertugas menjadi petugas Paskibraka.
"Saya kerap menemani dia untuk olahraga lari di pagi hari, dalam menggembleng perilaku disiplinnya saya tidak mengalami kesulitan karena ia punya ambisi untuk maju. Semoga cita-citanya untuk masuk akademi kepolisian dikabulkan oleh Allah SWT," terangnya.
Rosmiati (54 tahun), nenek Dika menambahkan bahwa jalan Dika untuk menjadi pembentang bendera pusaka merah pusaka saat upacara penaikan bendera di Istana Merdeka, Jakarta terbilang penuh perjuangan.
"Dika itu sejak sekolah di SMPN 1 Caringin memang punya impian untuk pembentang bendera pusaka merah pusaka saat upacara penaikan bendera di Istana Merdeka, Jakarta. Dia kerap juara di tingkat kabupaten bogor dan Jawa Barat, sebelum terpilih di tingkat nasional," tambah Rosmiati.
Ia menjelaskan sejak ada seleksi di tingkat Kecamatan Cijeruk hingga terpilih menjadi pembentang bendera pusaka merah pusaka saat upacara penaikan bendera di Istana Merdeka, Jakarta Dika selalu memberi kabar dan meminta restu serta doa dari keluarganya.
Kepala Desa Warung Menteng Maman Patulah sangat bangga, ada pemuda di desanya yang berprestasi di tingkat nasional. Ia mengaku akan memberikan penghargaan kepada Dika untuk bisa dicontoh oleh para pemuda lainnya.
"Insyaallah pihak Pemdes Warung Menteng akan memberikan penghargaan kepada Dika yang saya kenal berbakti kepada orang tua dan kakek neneknya, semoga raihan prestasi ini bisa ditiru oleh para pemuda lainnya," ucap Maman. (reza zurifwan)
Editor : suroprapanca

