Dikepung Bencana, Enam Desa di Cikalongwetan KBB Diterjang Banjir dan Tanah Longsor 

Sebanyak enam desa di Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB) diterjang bencana banjir dan tanah longsor akibat hujan deras disertai petir yang terjadi pada Minggu 7 Januari 2024 sekitar pukul 15.00 WIB.

Dikepung Bencana, Enam Desa di Cikalongwetan KBB Diterjang Banjir dan Tanah Longsor 
Enam desa tersebut di antaranya Desa Wangunjaya, Desa Ganjarsari, Desa Mandalamukti, Desa Mandalasari, Desa Mekarjaya dan Desa Cipada. Keenam desa di Cikalongwetan KBB itu didera berbagai bencana hidrologis. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Ngamprah - Sebanyak enam desa di Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB) diterjang bencana banjir dan tanah longsor akibat hujan deras disertai petir yang terjadi pada Minggu 7 Januari 2024 sekitar pukul 15.00 WIB.

Enam desa tersebut di antaranya Desa Wangunjaya, Desa Ganjarsari, Desa Mandalamukti, Desa Mandalasari, Desa Mekarjaya dan Desa Cipada. Keenam desa di Cikalongwetan KBB itu didera berbagai bencana hidrologis.

Camat Cikalongwetan Dadang A Sapardan mengatakan, dampak bencana paling parah terjadi di Desa Ganjarsari. Tepatnya di Kampung Pangsalatan RT 03/ RW 01, Desa Ganjarsari, Kecamatan Cikalongwetan KBB.

"Yang paling parah di Desa Ganjarsari. Tapi ada desa yang lain juga yang terdampak," kata Dadang saat ditemui di lokasi bencana, Senin 8 Januari 2024.

Berdasarkan hasil asesmen Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB, tercatat sebanyak 12 titik bencana banjir dan longsor di Desa Ganjarsari dengan rincian 1 rumah tertimbun, 4 tergerus material longsor dan sisanya terancam longsor.

"Longsor dan banjir juga menerjang lahan pertanian di tiga titik di Desa Ganjarsari, yakni di RW 01, RW 05 dan RW 10," sebutnya.

Selain itu, material longsor juga menimbun tiga lokasi jalan desa, dua diantaranya Jalan Desa Jambudipa dan Jalan Cireundeu yang menyebabkan akses jalan warga terputus.

"TPT di Jalan Kabupaten yang berada di dua titik sepanjang 120 meter dan tinggi 15 meter juga ambrol," ujarnya.

Sementara untuk di Desa Wangunjaya juga terjadi bencana yang sama. Namun, sudah diatasi BPBD.

"Kaitan dengan permukiman penduduk yang terdampak atau terancam bencana longsor kita sudah meminta mereka untuk pindah sementara waktu ke tempat yang aman," ungkapnya.

"Ada empat keluarga yang dipindahkan di Ganjarsari," sambungnya.

Terkait lahan pertanian yang terdampak longsor, terang Dadang, pihaknya tengah melakukan pendataan sejumlah lahan baik persawahan dan perkebunan.

"Kami juga telah berkoordinasi dengan BBPP Pertanian untuk mengorganisir dan menginventarisasi lahan pertanian yang terdampak longsor," terangnya.

Selain itu, sambung Dadang, pihaknya pun mengimbau masyarakat yang tinggal dikawasan rawan bencana untuk pindah sementara ke rumah sanak keluarga yang aman saat terjadi hujan deras guna mengantisipasi ancaman banjir dan tanah longsor.

Pasalnya, bencana banjir dan longsor yang terjadi dipicu adanya penyumbatan jalan air akibat tertimbun tanah.

"Kami juga sudah berkoordinasi dengan PUTR untuk melakukan pengecekan di lokasi bencana," tandasnya. (agus satia negara)


Editor : Doni Ramdhani