Dikira Clickbait Soal Ucapan Yaqut, Roy Suryo: Apa Pantas Suara Muadzin Dibandingkan dengan Gonggongan Anjing?
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo turut angkat bicara terkait pernyataan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN,Bandung – Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo turut angkat bicara terkait pernyataan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas.
Yaqut Cholil Qoumas baru-baru ini mengeluarkan pernyataan seolah membandingkan antara pengeras suara (toa) masjid dengan gonggongan anjing.
Roy Suryo sempat mengira bahwa pernyataan itu hanya clickbait media dalam membuat judul berita.
“Tadinya sempat saya kira ini hanya "clickbait" media (utk mendapat perhatian saja),” ucap Roy Suryo di akun Twitternya.
Baca Juga: Rusia Serang Ukraina, Joe Biden Minta Pertanggungjawaban Vladimir Putin
Setelah melihat berbagai media yang membuat judul-judul terkait pernyataan itu, Roy Suryo pun menjadi bertanya-tanya.
Dia mempertanyakan kelayakan suara muadzin dalam mengun=mandangkan adzan dibandingkan dengan gonggongan anjing.
“Namun ketika media sekelas Detik, Tribun, Liputan 6-pun menuliskan hal yg sama,” ucap Roy Suryo.
“Apakah layak suara Muadzin -yg mengumandangkan Adzan, panggilan Sholat- dibandingkan dgn Gonggongan Anjing?,” sambungnya.
Baca Juga: Samsung Galaxy Tab A8 Bisa Dinikmati di Akhir Pekan Agar Terhindar Stres
Sebelumnya, Menag Yaqut telah mengeluarkan Surat Edaran yang mengatur terkait penggunaan pengeras suara di masjid atau musala.
Saat menyampaikan soal tujuan pengaturan tersebut, Yaqut menyebut aturan tersebut dikeluarkan agar hubungan antarumat beragama lebih harmonis.
Sehingga tidak akan ada yang merasa terganggu dengan suara toa yang berbunyi hingga lima kali sehari.
"Kita bayangkan, saya Muslim saya hidup di lingkungan nonmuslim, kemudian rumah ibadah mereka membunyikan toa sehari lima kali dengan keras secara bersamaan, itu rasanya bagaimana?" ucap Yaqut dikutip dari Antara.
Dia pun memberikan contoh yang dianggap seolah membandingkan pengeras suara di masjid atau musala dengan gonggongan anjing.
"Contohnya lagi, misalnya tetangga kita kiri kanan depan belakang pelihara anjing semua, misalnya menggonggong di waktu yang bersamaan, kita terganggu tidak? Artinya semua suara-suara harus kita atur agar tidak menjadi gangguan," bebernya.***
Editor : inilahkoran

