Dinkes Jabar Kaji Regulasi Pengadaan Alat Pendeteksi Corona
Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat masih mempelajari regulasi terkait pengadaan alat kesehatan guna mendeteksi Covid-19 atau Corona untuk pasien dalam pengawasan. Hal Itu menyusul keinginan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang mengharapkan proses pemeriksaan bisa lebih cepat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung-Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat masih mempelajari regulasi terkait pengadaan alat kesehatan guna mendeteksi Covid-19 atau Corona untuk pasien dalam pengawasan. Hal Itu menyusul keinginan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang mengharapkan proses pemeriksaan bisa lebih cepat.
Diketahui, saat ini pemeriksaan harus melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan. Di mana sampel pasien dalam pengawasan dari rumah sakit rujukan harus dibawa ke Balitbangkes Jakarta dan biasanya memakan waktu satu hingga dua hari untuk mengetahui hasilnya.
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Berli Hamdani Gelung Sakti mengatakan pihaknya sedang mengkaji prosedur pengadaan dan sumber anggarannya.
"Selain itu juga, kami masih menunggu proposal usulan kabupaten kota. Apa saja yang dibutuhkan, berapa banyak untuk melengkapi Ruang ICU-Isolasi masing-masing RSUD Kota kabupaten," ujar Berli.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, pihaknya ingin membeli alkes tersebut. Hal itu merupakan upaya dan langkah proaktif pemerintah dalam mengantisipasi wabah corona. Pengadaan alat kesehatan tersebut diusulkan agar Pemerintah Jawa Barat tidak kecolongan, namun bisa lebih dini menangani jika ada kasus yang terkonfirmasi.
"Karena per hari ini semua (hasil) positif maupun negatif (harus) ke labkes (Balitbang kesehatan) di Jakarta. Sehingga membutuhkan waktu dua hari dari pengalaman tercepat," ujar Ridwan Kamil.
Ridwan Kamil tidak ingin penyebaran virus lebih luas jika memang ada warganya terinfeksi. Dengan diketahui lebih cepat maka pihaknya akan lebih cepat juga menanganinya.
"Kita ingin lebih cepat lagi mudah-mudahan kita bisa lakukan di tempat dan waktu yang lebih memungkinkan," pungkas dia. (Riantonurdiansyah)
Editor : Bsafaat


