Dinkes Kota Cimahi Siagakan Layanan Kesehatan Antisipasi Petugas KPPS Kelelahan
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cimahi mulai mendapati laporan ada belasan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang mulai tumbang lantaran kelelahan dalam menjalankan tugasnya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Ketua KPU Kota Cimahi, Anzhar Ishal Afryand mengatakan, berdasarkan Data Fasyankes Online (DFO) per tanggal 14 Februari 2024 tercatat ada 11 petugas KPPS dan 1 orang linmas yang harus mendapatkan pemeriksaan kesehatan.
"Laporan hasil pemantauan dan skrining kesehatan yang dilakukan Dinkes Kota Cimahi kepada petugas Pemilu ada 12 orang yang harus mendapatkan penanganan kesehatan lantaran Kelelahan," kata Anzhar saat dihubungi, Kamis 15 Februari 2024.
Anzhar menyebut, dari 12 orang yang harus mendapatkan penanganan kesehatan, dua orang harus dirawat di dua rumah sakit yang ada di Kota Cimahi.
"Dari pantauan yang dilakukan sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 23.59 WIB kemarin ada dua orang yang dirawat di rumah sakit yang berbeda. 1 dirawat di Rumah Sakit Dustira dan 1 orang dirawat di Rumah Sakit Mal," sebutnya.
Sejauh ini, lanjut Anzhar, yang dilaporkan harus mendapatkan penanganan kesehatan baru petugas KPPS dan Linmas. Sedangkan, untuk Panwaslu, Pemilih, Saksi, PPS da PPK belum ada lagi yang masuk.
"Berdasarkan informasi, kebanyakan dari mereka mengalami demam dan Nasofaringitis atau infeksi primer pada nasofaring dan hidung yang sering mengeluarkan cairan," ujarnya.
Meski begitu, ungkap Anzhar, KPU Kota Cimahi tentu terus memonitoring dan berkoordinasi dengan Dinkes dan puskesmas-puskesmas yang ada di Cimahi.
"Termasuk dengan PPK dan PPS guna memantau kondisi kesehatan para penyelenggara Pemilu di wilayahnya," ungkapnya.
Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi, Dwihadi Isnalini mengatakan, pihak sudah menyediakan layanan di puskesmas sampai H+5 dan petugas bakal stand by selama 24 jam untuk menangani anggota KPPS yang mengalami gangguan kesehatan.
"Kemudian, ada 8 klinik yang berpartisipasi sesuai jadwal untuk menangani kalau ada anggota KPPS yang mengalami gangguan kesehatan," kata Dwihadi.
Namun, sambung Dwihadi, apabila kondisinya mendesak atau lebih dekat ke rumah sakit mereka bisa langsung dibawa ke Rumah Sakit Dustira atau Rumah Sakit Cibabat.
"Sejauh ini memang ada beberapa anggota KPPS yang sakit dan mereka langsung berobat ke RS Dustira," ucapnya.
Dwihadi memastikan, pihaknya dari kesehatan bersatu padu baik dari Dinkes maupun faskes, seperti puskesmas, klinik, faskes rujukan dan rumah sakit, semua stand by.
"Kalau untuk pemberian vitamin tidak dari kami. Namun, kalau memang dibutuhkan silahkan bisa mendatangi fasilitas kesehatan," tandasnya.*** (Agus Satia Negara)
Editor : Ghiok Riswoto

