Dinkes Kota Bandung Temukan Kotoran dan Kecoa di SPPG Sindang Jaya, Sanitasi Disorot

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung menemukan sejumlah persoalan sanitasi, di satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) Sindang Jaya, Kecamatan Mandalajati. 

Dinkes Kota Bandung Temukan Kotoran dan Kecoa di SPPG Sindang Jaya, Sanitasi Disorot
Kepala Dinkes Kota Bandung Sony Adam menemukan sejumlah persoalan sanitasi di SPPG Sindang Jaya Mandalajati. (yogo triastopo)

INILAHKORAN.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung menemukan sejumlah persoalan sanitasi, di satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) Sindang Jaya, Kecamatan Mandalajati. 

Temuan itu, mencakup kotoran dan kecoa di ruang penyimpanan bahan makanan basah hingga sebagian ruang produksi yang belum memiliki plafon.

Kepala Dinkes Kota Bandung Sony Adam mengatakan, kondisi sanitasi di SPPG itu masih perlu mendapat perhatian. Pemeriksaan, dilakukan terhadap sejumlah bagian yang berkaitan langsung dengan penyimpanan dan produksi makanan.

“Kondisi ini menunjukkan kebersihan dan fasilitas sanitasi di SPPG tersebut masih perlu diperbaiki,” kata Sony, Selasa (16/9/2026).

Selain menemukan kotoran dan kecoa, pihaknya mencatat persoalan pada ruang pencucian. Dinding ruangan belum menggunakan material kedap air, sehingga berpotensi membuat area menjadi lembap dan basah.

“Ruang cuci juga dindingnya belum kedap air. Seharusnya dindingnya tahan air agar tidak lembap atau basah. Secara keseluruhan, fasilitas sanitasinya belum lengkap,” ucapnya.

Sony mengatakan, penataan area dapur yang digunakan sebagai sarana produksi makanan bergizi gratis (MBG) juga belum maksimal. Sebagian ruangan masih memiliki atap baja ringan tanpa plafon.

“Ruangan beratap langsung dari baja ringan, seharusnya sudah dipasang plafon. Sebagian ruangan sudah berplafon, namun sebagian lainnya masih terbuka,” ujar dia.

Meski begitu, dia menyebut alur masuk dan keluar makanan di SPPG Sindang Jaya sudah dipisahkan. Pemisahan alur menjadi salah satu aspek yang diperhatikan, dalam pemeriksaan area produksi makanan.

“Selain itu, alur masuk dan keluar makanan sudah dipisah sebagaimana mestinya,” jelasnya.

Catatan lain ditemukan pada ruang penyimpanan bahan makanan kering. Bahan makanan dinilai masih ditata terlalu rapat dengan dinding, lantai dan langit-langit.

“Untuk ruang penyimpanan bahan kering, penataannya perlu diperbaiki terutama jarak penyimpanan dari dinding, langit-langit dan lantai harus diberi jarak yang cukup,” ujar dia.

Menurutnya, pemberian jarak pada area penyimpanan diperlukan agar proses pembersihan lebih mudah. Jarak juga membantu mencegah munculnya berbagai sumber kontaminasi di sekitar bahan makanan.

“Namun saat ini masih terlalu rapat. Kondisi di Mandalajati juga demikian,” ujar dia.

Meski menemukan sejumlah persoalan, Sony memastikan sejauh ini belum ada kasus kesehatan yang berkaitan dengan kondisi sanitasi di SPPG Sindang Jaya. Dinkes tetap meminta berbagai catatan hasil pemeriksaan menjadi perhatian.

“Sejauh ini belum ada kasus. Hanya saja, kondisi sanitasi yang tadi disebutkan memang perlu mendapat perhatian. Namun jika dibiarkan, tentu akan berpotensi menimbulkan risiko,” ucapnya.

Sony menambahkan, lingkungan yang tidak memenuhi standar kebersihan dapat meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri. Kondisi itu juga, berpotensi memengaruhi keamanan pangan apabila persoalan sanitasi tidak segera dibenahi.

“Betul, atau memicu pertumbuhan bakteri. Lingkungan seperti itu memang tidak memenuhi syarat kebersihan, sehingga bakteri mudah berkembang biak,” tandas dia.


Editor : Doni Ramdhani