Dinkukmdagin Kota Bogor Siap Gercep Selesaikan Program Prioritas Bima-Dedie 

Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian atau Dinkukmdagin Kota Bogor siap bergerak cepat dalam menyelesaikan program prioritas di bawah kepemimpinan pasangan Wali Kota Bogor Bima Arya dan wakilnya Dedie A Rachim. Khususnya, dalam penataan di beberapa titik di Kota Bogor. 

Dinkukmdagin Kota Bogor Siap Gercep Selesaikan Program Prioritas Bima-Dedie 
Kepala Dinkukmdagin Kota Bogor Atep Budiman mengatakan, untuk mendukung dan follow up atensi Wali Kota Bogor Bima Arya, pihaknya sudah mulai menggeber beberapa program prioritas, pertama terkait dengan penataan pedagang malam di jalan Kapten Muslihat/area pasar devris langkah awal sudah dilakukan yaitu mendata para pedagang. (istimewa)

INILAHKORAN, Bogor - Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian atau Dinkukmdagin Kota Bogor siap bergerak cepat dalam menyelesaikan program prioritas di bawah kepemimpinan pasangan Wali Kota Bogor Bima Arya dan wakilnya Dedie A Rachim. Khususnya, dalam penataan di beberapa titik di Kota Bogor

Kepala Dinkukmdagin Kota Bogor Atep Budiman mengatakan, untuk mendukung dan follow up atensi Wali Kota Bogor Bima Arya, pihaknya sudah mulai menggeber beberapa program prioritas, pertama terkait dengan penataan pedagang malam di jalan Kapten Muslihat/area pasar devris langkah awal sudah dilakukan yaitu mendata para pedagang. 

"Selanjutnya merumuskan berbagai alternatif penanganan dan penataan nya berkolaborasi dengan dinas-dinas terkait lainnya. Kedua terkait dengan pemberdayaan koperasi, untuk beberapa sektor ekonomi baik yang dilakukan Dinkukmdagin Kota Bogor maupun inovasi beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Bogor lain seperti kampung wisata tematik, sudah masuk koperasi untuk bantu tata kelola ekonomi sekaligus koperasi hadir menjemput peluang ekonomi," ungkap Atep kepada wartawan, Minggu 26 Februari 2023.

Atep membeberkan, terkait dengan urusan promosi baik terhadap beberapa sektor yang sedang tumbuh berkembang seperti resto, cafe dan UMKM kuliner/fashion/kriya, dinas sudah memiliki program-program terkait promosi ini. Baik yang kegiatannya berkonsep manual/klasikal maupun yang digital memanfaatkan berbagai fasilitas teknologi informasi.

"Ya, termasuk memaksimalkan kolaborasi pentahelix dengan akademisi, komunitas, media dan pelaku usaha. Tentunya untuk bersama-sama bersinergi memaksimalkan pencapaian target yang ditetapkan sekaligus mengakselerasinya seperti amanat para pimpinan Pemkot Bogor di beberapa kesempatan," bebernya.

Sebelumnya, Wali Kota Bogor Bima Arya meminta jajaran Dinkukmdagin agar bergerak cepat dalam menyelesaikan program prioritas, khususnya dalam penataan di beberapa titik di Kota Bogor. Dirinya memberikan ruang kepada jajaran Dinkukmdagin untuk berkreasi dan berkolaborasi dalam menata sudut-sudut lain Kota Bogor sehingga bisa menjadi etalase bagi UMKM.

“Dinas ini adalah dinas yang banyak bersinggungan dengan program prioritas sehingga dibutuhkan gerak cepat dan tetap menjaga integritas. Semua harus tahu dan paham tantangan ke depan akan bagaimana dan dinas memiliki peran untuk mentransformasinya," ungkap Bima Arya.

Bima mengakui, hal itu tidaklah mudah. Sebab, skenario dan konsepnya harus matang, koordinasinya harus rapi, bekerja keras melakukan pendataan bersama pihak-pihak terkait. 

"Ini adalah pusat kota, hanya beberapa meter dari Istana (Bogor), jadi kita rapikan semua. Kalau berdasarkan tupoksi akan banyak sekali, tapi saya ingin semua memahami apa yang menjadi target dapat tuntas di bulan desember 2023. Untuk penataan titik-titik yang dimaksud, diantaranya Pasar Bogor Suryakencana dan sekitarnya, Tepas Salapan Lawang Dasakreta, Pasar Devris, Katulampa dan lainnya," tuturnya.

Bima juga menginginkan agar Dinkukmdagin Kota Bogor memastikan koordinasi bersama pihak lain berjalan lebih maksimal, sehingga diharapkan mampu mencapai target-target di 10 bulan terakhir. Untuk penataan kawasan Devris, ini tidak terlepas dari penataan kawasan stasiun Bogor berupa pembangunan sky bridge yang akan terkoneksi dengan kawasan Alun-alun Kota Bogor, pedestrian depan kantor PLN dan Jalan Merdeka sehingga wajah di tengah kota akan lebih rapi. 

"Ini harus sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Kota Bogor yang saat ini berada di angka 5,65% di atas Jawa Barat (5,45%) dan nasional (5,21%). Salah satu faktor penyebabnya adalah pertumbuhan kafe, restoran dan sejenisnya yang cepat sehingga buying power Kota Bogor mulai kuat karena ramainya kunjungan. Melihat hal itu, saya menilai bisa menjadi masa depan dan nyawa Kota Bogor," jelasnya.

Bima menegaskan, khusus koperasi, capacity building menjadi langkah yang ditekankan dirinya dalam mendukung penataan para pelaku UMKM Kota Bogor.

"Untuk izin selama sesuai dengan peruntukan kita dukung. Dinkukmdagin harus jadi motor untuk mendorongnya, tandem dengan Disparbud untuk mempromosikan semua. Sekarang saya keliling mempromosikan UMKM Kota Bogor, kami angkat UMKM Kota Bogor mulai dari kelas cungkring sampai yang kelasnya diatas," tegas Bima.*** (rizki mauludi)


Editor : Doni Ramdhani