Disdik Cimahi Pastikan Guru Honorer Masih Ada dan Terima Alokasi Kesejahteraan
Disdik Kota Cimahi memastikan guru honorer masih tetap ada termasuk kesejahteraannya terlebih di Cimahi masih kekeurangan guru
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi masih menghadapi tantangan terkait kebutuhan guru, dengan 44 posisi guru kosong hingga Januari 2026 dan 121 guru dalam tahap klarifikasi status.
Tak cuma itu, pendataan kesejahteraan guru honorer masih berlangsung dan menjadi perhatian utama Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Nana Suyatna mengatakan, berdasarkan data yang dihimpun pada Rabu pekan lalu, masih perlu dilakukan pengolahan dan verifikasi data.
Termasuk menghitung kemampuan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) serta jam mengajar untuk proses sertifikasi guru.
"Kita juga harus menghitung kemampuan BOS masing-masing sekolah. Kemudian berkaitan dengan jam mengajar supaya mereka juga bisa mendapatkan sertifikasi dari pemerintah," jelas Nana, Selasa 6 Februari 2026.
Kendati demikian, Nana memastikan para guru honorer akan tetap ada dan bakal mendapatkan alokasi tambahan kesejahteraan, meskipun skemanya masih dalam pembahasan.
Selain itu, ada informasi bakal turunnya insentif dari pemerintah pusat di luar sertifikasi.
"Pada prinsipnya, guru honorer masih ada dan ke depan kita juga masih akan mengalokasikan tambahan untuk mereka," ujarnya.
"Kami dapat informasi dari Pak Wali Kota bahwa nantinya juga akan ada insentif dari pemerintah pusat, selain yang berasal dari sertifikasi," ujarnya.
Kepala Bidang Pembinaan guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Gunardi menambahkan, kekurangan guru dipicu oleh guru yang memasuki masa purna tugas dan yang mendapat promosi menjadi kepala sekolah.
"Sebanyak 121 guru yang aktif mengajar sepanjang 2025 belum dinyatakan lolos seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K)," kata Gunardi. ***
Editor : Ahmad Sayuti


