Disdik Jabar Siap Sukseskan Program CKG di Sekolah

Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat memastikan siap menyukseskan program cek kesehatan gratis (CKG), di sekolah jenjang SMA/SMK.

Disdik Jabar Siap Sukseskan Program CKG di Sekolah
Kadisdik Jabar Purwanto

INIAHKORAN, Bandung - Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat memastikan siap menyukseskan program cek kesehatan gratis (CKG), di sekolah jenjang SMA/SMK.

Kepala Disdik Jabar Purwanto mengatakan, pihaknya siap membantu menyosialisasikan supaya target 8,6 juta siswa untuk program CKG pemerintah pusat ini dapat terealisasi.

Terlebih diakuinya, program CKG ini sangat baik untuk memantau kesehatan para siswa.

"Karena itu penting untuk melihat dan yang paling penting dilakukan oleh kita, berkolaborasi di tingkat satua pendidikan, masyarakat dan keluarga, bagaimana agar anak kita itu tetap memiliki kesehatan badan dan kesehatan mental," ujar Purwanto dikutip Rabu 6 Agustus 2025.

Program CKG ini juga lanjut dia, dapat menjadi momentum untuk memastikan pola hidup sehat para siswa dapat terbangun.

"Karena buat apa kita menggelontorkan uang besar untuk intervensi ke siswa, untuk ke masyarakat. Tapi masyarakat kita, anak-anak kita juga tidak sayang terhadap dirinya. Kan mubazir," ucapnya.

"Kita mensubsidi segala sesuatunya gratis. Sekolah gratis, makan bergizi gratis. Tapi kalau kita tidak mulai dengan mengendalikan poa makan, minum, istirahat, olahraga anak kita dengan baik, buat apa?," imbuhnya.

Sebab itu, program CKG ini harus didorong supaya kelak akan memiliki data mengenai kesehatan anak, yang nantinya bisa digunakan untuk evaluasi.

Sebelumnya kala mendampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam Kick off Cek Kesehatan Gratis (CKG) di jenjang SD, SMP dan SMK di SMP 5 Kota Bandung, Senin 4 Agustus 2025 lalu, Wakil Gubernur Jabar Erwan Setiawan menargetkan partisipasi 8,6 juta siswa, dalam program cek kesehatan gratis (CKG).

"Dari program CKG ini di Jawa Barat, kita prioritaskan untuk 8.600.000 lebih siswa yang akan kita ikutsertakan dalam CKG ini," kata Erwan.

Pihaknya juga lanjut Erwan mendukung penuh adanya klasifikasi kesehatan sekolah, yang dibagi menjadi tiga zona, yaitu merah, kuning dan hijau. 

Dimana zona merah harus mendapatkan perhatian khusus, dengan mengoptimalkan UKS dan Puskesmas terdekat untuk membantu.

"Kalau yang kuning juga sama, yang hijau dipertahankan bagaimana mereka tetap hijau. Jangan sampai ketika bulan depan ada pemeriksaan lagi, mereka menjadi kuning atau apalagi menjadi merah," ucapnya.

Pemprov Jabar bersama kabupaten/kota kata dia, akan terus memantau, untuk memasikan jangan ada sekolah yang masuk zona merah terkait kesehatan siswa.

"Nanti kami kepala daerah yang akan memantau, termasuk wali kota dan bupati di daerah, bagaimana Puskesmas dan sekolahnya terpantau dengan baik, jangan sampai ada yang zona merah," ucapnya.

Soal partisipasi masyarakat dalam program CKG ini, Erwan mengaku sejauh ini dari 50 juta lebih penduduk Jabar, baru terdata 2,4 juta yang telah mengikuti program tersebut dan ditargetkan terus bertambah. (Yuliantono)


Editor : Ahmad Sayuti