Disebut Permalukan Penjual Es Teh, Gerindra Sampai Minta Maaf Soal Video Gus Miftah: Bukan Ajaran Prabowo
Video viral Gus Miftah yang disebut mengolok-olok penjual es itu pun mendapat tanggapan dari Partai Gerindra.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Video Gus Miftah yang dituding mempermalukan penjual es teh saat di sebuah pengajian menjadi viral sejak kemarin, 3 Desember 2023.
Baik perkataan Gus Miftah hingga ekspresi penjual es setelah mendengar perkataan tersebut jadi perbincangan netizen.
Video viral Gus Miftah yang disebut mengolok-olok penjual es itu pun mendapat tanggapan dari Partai Gerindra.
Dilansir dari Instagram Gerindra, partai tersebut melalui adminnya yang kerap disapa Mindra atau Mimin meminta Utusan Khusus Presiden itu untuk meminta maaf kepada penjual es teh yang dimaksud.
“Dengan segala kerendahan hati Mimin minta Gus @gusmiftah untuk minta maaf ke Bapak Penjual Es Teh. Apa yang Gus lakukan tidak sesuai dengan apa yang Pak @prabowo inginkan dan ajarkan. Terima kasih," tulis Mindra dikutip pada Rabu 4 Desember 2024.
Permintaan Gerindra agar Gus Miftah meminta maaf kepada penjual es teh itu disertai dengan video Presiden Prabowo Subianto yang sedang berpidato. Dalam pidatonya Prabowo mengatakan bahwa dia sangat menghormati para pedagang kaki lima.
"Saya ingatkan ini! Saya sangat hormat sama pedagang kaki lima, sama tukang ojol, sama tukang bakso. Si pedagang kaki lima tiap hari keluar. Dia dorong itu, keringat, fisik, mencari makan untuk anak dan istrinya. Itu yang kita hormati. Mereka mulia, mereka jujur, mereka halal," kata Prabowo.
Dalam unggahan lainnya, Mindra pun mengunggah foto jika pihaknya akan menemui penjual es teh tersebut.
"Barusan dapat info Mimin @Gerindra besok akan segera merapat ke rumah Bapak Penjual Es Teh yang dibully oleh Gus Diskotik. Alhamdulillah akan diberikan bantuan permodalan kepada si Bapak dan diberikan penguatan moral serta apresiasi agar tetap berusaha dan menafkahi keluarganya,” demikian unggahan yang diunggah Mindra.
Editor : Firda Rachmawati

