Disebut Rentenir, KSU Karya Mandiri Ambil Langkah Tegas
Langkah tegas diambil pimpinan KSU Karya Mandiri setelah dituding sebagai rentenir oleh warga Desa Tanah Sereal Kota Bogor
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Ketua Koperasi Serba Usaha (KSU) Karya Mandiri meradang pasca adanya dugaan pencemaran nama baik lewat pesan whatsapp yang dilakukan oleh pengurus RT dan RW di wilayah Kelurahan Tanah Sareal yang merugikannya beberapa waktu lalu.
Dugaan pencemaran nama baik tersebut berawal dari staf KSU Karya Mandiri, Agil yang hendak menawarkan program koperasi via telepon ke wilayah Kelurahan Tanah Sareal, Kecamatan Tanah Sareal. Namun, niatannya ternyata dicemooh lewat whatsapp grup yang menyebut bahwa koperasi adalah rentenir dan bank keliling.
"Belum juga disosialisasikan programnya, belum juga dikenalkan, tapi RT Nuri dan Adul menyebarkan pesan bahwa KSU Karya Mandiri adalah Bank Keliling. Padahal staf kami, sudah menempuh prosedur lewat kelurahan untuk masuk ke wilayah. Jadi tidak asal masuk kesana-sini," ungkap Ketua KSU Karya Mandiri, Atty Somaddikarya kepada wartawan pada Senin 30 Januari 2023 malam.
Atty melanjutkan, awalnya, permasalahan ini akan dibawa ke jalur hukum. Namun, ada itikad baik dari yang bersangkutan menghubungi dan menyampaikan permohonan maaf.
"Sudah jelas melanggar dan menyebar hoax. Bisa saja kami polisikan, tapi kami juga berbesar hati dan mengizinkan yang bersangkutan menyampaikan klarifikasinya di dalam forum," tuturnya.
Atty menambahkan, koperasi yang telah dirikannya selama 27 tahun itu telah banyak berbuat untuk masyarakat Kota Bogor. Dari sektor ekonomi sudah membantu menstimulus lewat para perempuan pelaku UMKM.
"Ya, kemudian keperluan administrasi pencatatan sipil juga tengah kami geber bagi warga yang belum memiliki KTP, KIA dan KK. Jadi biarkan berbuat untuk tanah kelahiran saya," tambah Atty.
Atty berharap agar kejadian serupa tidak terjadi dan dijadikan sebagai pembelajaran untuk lebih berhati-hati dalam bermedia sosial.
"Semoga tidak terjadi lagi bentuk-bentuk kejadian seperti ini, sebab dampaknya semua dapat dirugikan. Jadikan ini sebagai pembelajaran untuk semua," tuturnya.
Atty mengingatkan agar tidak menyebarkan pesan yang merugikan dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.
"Saya imbau kepada siapapun jangan membuat narasi dalam grup whatsapp yang tidak ada dasarnya apalagi tidak bisa dipertanggungjawabkan, harua bijak dan jangan sampai jempol lebih cepat dari logika sendiri," paparnya.
Atty menyebut dari 22 ribu anggota KSU Karya Mandiri yang ada di Kota dan Kabupaten Bogor tidak ada satupun KTP yang dirugikan.
"Jadi dari 22 ribu anggota koperasi yang ada di kota dan kabupaten Bogor semua merasa terbantu dengan program-program seperti penebusan ijazah, pengajuan RTLH, membantu mutasi BPJS ke PBI, dan mempermudah akses pasien yang dipersulit di RS," jelasnya.
Atty melanjutkan, hal itu menunjukan, KSU Karya Mandiri merupakan koperasi terbaik yang bekerjasama dengan Pemkot Bogor.
"Kami juga diganjar oleh Pemkot Bogor sebagai koperasi terbaik pada 2015," ujarnya.
Dalam forum, pengurus wilayah Kelurahan Tanah Sareal, NR dan AB menyampaikan permohonan maafnya dihadapan para petinggi KSU Karya Mandiri, jajaran kelurahan, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan jajaran Bidang Koperasi dari Disperindagkop Kota Bogor.
Mewakili pihak Forum Koordinasi Pimpinan Kelurahan Tanah Sareal, Babinkamtibmas Kelurahan Tanah Sareal, Aiptu Kawaishi memaparkan, semua pihak telah dikumpulkan di aula Kelurahan Tanah Sareal, untuk penyampaian klarifikasi dari kedua aparatur wilayah yang diduga oleh pihak KSU Karya Mandiri melakukan pencemaran nama baik.
"Alhamdulillah pihak KSU Karya Mandiri setelah melakukan langkah tegas, akhirnya mengambil jalan untuk menyelesaikan secara kekeluargaan. Pertemuan dari Senin (30/1/2023) siang hingga sore hari ini berakhir menjadi silaturahmi antara KSU Karya Mandiri dan pihak aparat RT dan RW di Tanah Sareal," terangnya. (Rizki Mauludi)
Editor : Ahmad Sayuti

