Dishub Kab Bogor Ajukan Bantuan Angkutan Rintisan ke Kemendagri

Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor akan mengajukan bantuan angkutan rintisan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk warga Kecamatan Cijeruk,. Tujuannya, meningkatkan angka rata - rata lama sekolah.

Dishub Kab Bogor Ajukan Bantuan Angkutan Rintisan ke Kemendagri
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Ade Yana Mulyana. (Reza Zurifwan)

INILAH, Cijeruk - Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor akan mengajukan bantuan angkutan rintisan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk warga Kecamatan Cijeruk,. Tujuannya, meningkatkan angka rata - rata lama sekolah.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Ade Yana Mulyana mengatakan minimnya  angkutan kota ke sembilan desa yang ada di Kecamatan Cijeruk maupun dinilai mahalnya ongkos ojek mengakibatkan angka rata - rata lama sekolah di wilayah tersebut baru diangka 6 tahun.

"Kami akan ajukan permohonan bantuan angkutan rintisan berupa Mitsubishi Elf ke Kemendagri seperti daerah lainnya seperti Cigudeg, Sukajaya dan lainnya. Minimnya sarana transportasi ini menyebabkan lebih memilih bertani, kerja di luar wilayah atau lainnya ketimbang meneruskan sekolah ke jenjang SMP, SMA atau lainnya," kata Yana kepada wartawan, Minggu (24/11).

Pria yang juga pernah menjabat sebagai Camat Cijeruk ink menerangkan setelah mendapatkan bantuan angkutan rintisan maka Dishub akan menyerahkan operasionalnya ke Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat.

"Biaya operasional angkutan rintisan ini akan menggunakan anggaran dana desa atau dana desa oleh karena itu pelajar nantinya tidak dipungut biaya, sementara yang akan mengelola angkutan rintisan adalah BUMDes setempat," terangnya.

Ade menegaskan kepada pengelola BUMDesbahwa angkutan rintisan ini harus merawat kendaraan desa ini secara maksimal dan bertanggung jawab. 

"Angkutan rintisan ini masuk dalam aset Pemerintah Daerah, sampai hancur tinggal kerangka itu harus tercatat dan ada bukti fisiknya, selain di Kecamatan Cijeruk wilayahain di Kabupaten Bogor juga masih banyak wilayah yang belum telayani trayek angkot hinga akan coba diajukan ke Kemendagri," tegas Ade.

Menanggapi desanya akan mendapatkan bantuan angkutan rintisan, Erni warga Desa Sukaharja, Cijeruk pun senang. Namun ia tetap mengungkapnya minimnya jumlah SMP dan SMA Negeri dan mengkritisi sistem zonasi penerimaan siswa yang diputuskan oleh pemerintah pusat.

"Tak hanya tidak adanya angkutan umum yang menyebabkan angka rata - rata lama sekolah masih rendah, tetapi minimnya SMP dan SMA Negeri serta sistem zonask penerimaan siswa. Mohon segera ditambah jumlah SMP dan SMA Negeri di Kecamatan Cijeruk serta hapus sistem zonasi penerimaan siswa karena itu merepotkan orang tua murid sementara jika harus memilih sekolah swasta itu menyulitkan masyarakat yang pendapatannya kecil," ungkap Erni.

Pendapat Erni pun disetujui oleh Camat Cijeruk Hadijana, Ia menjelaskan selain bisa dimanfaatlan  para siswa adanya angkutan rintisan ini juga akan mendorong peningkatan pendapatan masyarakat yang umumnya petani ataupun pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). 

"Adanya angkutan rintisan hingga ke desa - desa ini juga dalam rangka mengembangkan parawisata dan meningkatkan pendapatan masyarakat Kecamatan Cijeruk, kami juga berharap pihak swasta juga tertarik membuka trayek baru di wilayah kami," jelas Hadijana. (Reza Zurifwan)


Editor : Bsafaat