Dishub Prediksi Puncak Arus Balik di Nagreg Hari Ini

Dishub Kabupaten Bandung memprediksi puncak arus mudik yang melintas di Nagreg akan terjadi hari ini

Dishub Prediksi Puncak Arus Balik di Nagreg Hari Ini
Kendaraan pemudik melintas di kawasan Nagreg Kabupaten Bandung saat arus mudik Lebaran 2026. Dishub Kabupaten Bandung memprediksi hari ini puncak arus balik di kawasan tersebut. (Foto Adam Husein Inilahkoran)

INILAHKORAN.ID - Dishub Kabupaten Bandung memprediksikan, puncak arus mudik bakal terjadi pada Selasa (23/3/2026) hari ini. Saat ini, arus kendaraan dari arah Garut dan Tasikmalaya menuju Bandung melalui Jalur Nagreg mulai mengalami peningkatan.

Humas Pos Pengamanan Lebaran Dishub Kabupaten Bandung Eric Alam Prabowo mengatakan peningkatan arus kendaraan yang kembali ke arah Bandung mulai terjadi pada pagi hari tadi. 

“Puncak pertama diperkirakan terjadi hari ini, bertepatan dengan hari terakhir libur sebelum masyarakat kembali masuk kerja,” ujar Eric di Bandung, saat dihubungi, Selasa (24/3).

Menurut Eric, arus balik di Jalur Nagreg diperkirakan terjadi dalam dua gelombang. Selain puncak pertama yang diprediksi terjadi hari ini, lonjakan kendaraan juga diperkirakan kembali terjadi pada akhir pekan.

Puncak kedua arus balik diperkirakan berlangsung pada Sabtu (28/3) hingga Minggu (29/3). Hal ini karena masih ada sebagian masyarakat yang tidak terikat jadwal kerja sehingga memilih kembali setelah akhir pekan.

“Masih ada masyarakat yang memilih perjalanan balik pada akhir pekan nanti,” katanya.

Sementara itu, kepolisian menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan di jalur selatan Jawa Barat tersebut.

Direktur Binmas Polda Jawa Barat Kombes Pol Wadi Sa’bani mengatakan pihaknya akan menerapkan sistem satu arah sepenggal atau one way lokal di jalur selatan, khususnya dari arah Tasikmalaya dan Garut menuju Bandung.

Menurut dia, rekayasa lalu lintas tersebut dilakukan untuk menjaga arus kendaraan tetap bergerak di jalur yang memiliki banyak tikungan, tanjakan, dan turunan.

“Kita lakukan one way sepenggal ketika terjadi perlambatan agar arus kendaraan tetap mengalir,” ujarnya, saat dihubungi terpisah.

Penerapan sistem satu arah akan dilakukan di sejumlah titik yang rawan terjadi antrean kendaraan. Polisi juga menyiapkan skenario penarikan arus kendaraan hingga ke wilayah Malangbong apabila antrean sudah mencapai kawasan Gentong di Kabupaten Tasikmalaya.

Selain itu, pengaturan arus juga bisa dilakukan dari kawasan Limbangan menuju arah Bandung atau jalur yang lebih landai guna mengurai kepadatan.

“Kita menarik ruas atau menarik kendaraan yang antreannya memanjang ke arah Tasikmalaya,” katanya.


Editor : Ahmad Sayuti