Diskar PB Kota Bandung Catat 65 Pohon Tumbang Sepanjang 2023

Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung mencatat, telah terjadi 65 bencana pohon tumbang di sepanjang 2023.

Diskar PB Kota Bandung Catat 65 Pohon Tumbang Sepanjang 2023

INILANKORAN, Bandung - Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung mencatat, telah terjadi 65 bencana pohon tumbang di sepanjang 2023.

Seksi Rescue, Diskar PB Kota Bandung Jhon Erwin mengatakan, bencana pohon tumbang menjadi kejadian tertinggi disusul longsor 15 kejadian, banjir dua kejadian dan dua kali pergerakan tanah.

Sementara periode Januari-Agustus 2024, pihaknya  mencatat ada 63 kejadian bencana alam dengan rincian satu angin puting beliung, delapan banjir, sembilan longsor, 44 pohon tumbang dan satu kali retakan tanah.

"Selama 2023 dan 2024, kita memang sering melakukan penanganan kedaruratan bencana alam, terutama pohon tumbang. Memang berdasarkan data kejadian pohon tumbang paling banyak di dua tahun terakhir," kata Jhon Erwin, Jumat 6 September 2024.

Menurut ia, kejadian pohon tumbang di Kota Bandung kerap terjadi akibat beberapa faktor. Mulai dari usia pohon yang sudah tua, hingga faktor angin kencang mengakibatkan pohon tumbang yang berimbas mengganggu arus lalu lintas dan menimpa bangunan.

Sementara untuk bencana banjir, paling sering terjadi di wilayah Timur terutama daerah Gedebage. Sedangkan untuk longsor dan pergeseran tanah biasanya banyak di daerah Punclut dan Dago.

"Untuk banjir yang rawan itu di Gedebage karena kalau Cekungan Bandung itu kan ke arah Timur yang letak geografisnya memang lebih rendah dan banyak sungai yang mengalir di kawasan timur," ucapnya.

Jhon menuturkan, penyebab banjir di wilayah timur tersebut karena meningkatnya kawasan permukiman, drainase tidak optimal drainasenya karena dipenuhi sampah yang kerap menyumbat.

"Kalau penyebab longsor dan pergerakan tanah di Punclut dan Dago karena kondisi tanahnya labil dan banyak tebing, diperparah dengan banyak bangunan," ujar dia.

Ia menambahkan, dalam penanganan kedaruratan bencana alam tersebut pihaknya tetap mengacu ke peraturan Kemendagri yaitu harus 15 menit tiba ke lokasi apalagi jika ada korban petugas harus berpacu dengan waktu.

"Untuk personel yang diturunkan, biasanya satu regu yang terdiri lima orang dengan dipimpin Dandru. Setiap kita menerjunkan petugas ke lokasi seperti longsor mereka akan kesana melakukan evakuasi penyelamatan kedaruratan," tandasnya. ***


Editor : Ahmad Sayuti