Sejumlah Pohon Tumbang Timpa Belasan Makam di TPU Cieunteung Kota Tasikmalaya
Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan sejumlah pohon tumbang menimpa belasan makam di TPU Cieunteung, Kota Tasikmalaya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan sejumlah pohon tumbang menimpa belasan makam di TPU Cieunteung, Kota Tasikmalaya, Minggu (5/4/2026).
Berdasarkan pantauan di lokasi, petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat masih melakukan evakuasi dengan memotong batang dan ranting pohon yang menutupi area pemakaman, Senin (6/4/2026),
Petugas TPU Cieunteung Aris Hidayat mengatakan, kejadian terjadi menjelang waktu magrib saat cuaca tengah ekstrem.
“Kejadiannya kemarin sore mau azan magrib. Kemarin cuaca ekstrem hujan deras dan angin,” ujarnya.
Dia menyebutkan, jumlah makam yang terdampak masih dalam proses pendataan karena sebagian masih tertutup material pohon.
“Sebetulnya belum kelihatan karena tertutup, tapi yang terhitung mungkin sudah ada 10 makam lebih, tapi yang tertutup belum kehitung,” katanya.
Diperkirakan, sekitar 15 makam mengalami kerusakan parah akibat tertimpa pohon. Sedikitnya lima pohon jenis kihujan dilaporkan tumbang, diduga karena kondisi akar yang sudah tua dan tidak lagi kuat menahan terpaan angin.
“Petugas sekarang membersihkan ranting-rantingnya. Pohon yang sudah tua akarnya,” tambah Aris.
Meski demikian, pihak keluarga makam disebut menerima kejadian tersebut sebagai musibah alam.
Salah seorang warga, Aep (42), mengaku baru mengetahui peristiwa tersebut pada siang hari setelah mendapat kabar dari keluarganya.
“Barusan dapat kabar dari kakak. Katanya ada makam yang tumbang. Tapi alhamdulillah makam keluarga aman semua,” ucapnya.
Dia menambahkan, meski sebagian makam di sekitar terlihat rusak keluarganya bersyukur makam kerabatnya tidak terdampak.
Aep berharap ke depan dilakukan langkah antisipasi seperti pemangkasan pohon agar kejadian serupa tidak terulang.
“Harapannya, mungkin bukan ditebang semua, tapi pemangkasan saja. Soalnya kalau hujan besar dan angin, takutnya akar tidak kuat dan bisa roboh lagi,” katanya.
Hingga kini, proses pembersihan masih terus dilakukan, sementara pendataan jumlah pasti makam yang terdampak masih berlangsung.
Editor : Doni Ramdhani


