Pohon Tumbang Kerap Terjadi, DLH Cimahi Ungkap Penyebab Utama

DLH Kota Cimahi menemukan fakta jika pohon tumbang yang kerap terjadi karena struktur pohon sudah rapuh dan bukan hanya faktor alam

Pohon Tumbang Kerap Terjadi, DLH Cimahi Ungkap Penyebab Utama
Petugas gabungan saat mengevakuasi pohon tumbang di Kota Cimahi beberapa waktu lalu.

INILAHKORAN.ID – Rentetan peristiwa pohon tumbang yang belakangan terjadi di sejumlah titik Kota Cimahi tengah menjadi perhatian pemerintah daerah. 

Pasalnya, di balik bencana yang kerap dikaitkan dengan hembusan angin kencang atau curah hujan tinggi, hasil penyelidikan teknis menemukan fakta lain yang menjadi pemicu utama, sekaligus membuka ruang perbaikan sistem pemeliharaan yang lebih ketat dan terukur ke depannya.
 
Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi, Agus Irwan Kustiawan mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pengecekan di lokasi kejadian terakhir dan menemukan kondisi yang cukup mengkhawatirkan. 

"Jadi, kalau secara fisik tampak bagian akar dan pangkal batang masih kokoh dan tampak sehat, namun bagian inti di dalamnya ternyata sudah mengalami kerusakan parah atau membusuk," kata Agus, Selasa (12/5/2026).

Menurutnya, kondisi inilah yang diduga menjadi alasan mengapa pohon mudah roboh meski tidak diterpa badai dahsyat.
 
“Kasus yang baru saja terjadi menunjukkan ciri khas demikian. Dari luar terlihat kuat, padahal bagian dalamnya sudah kosong dan rapuh," tuturnya. 

"Ini membuat daya tahan strukturnya menurun drastis. Ditambah lagi adanya dugaan sering terjadi benturan oleh kendaraan besar yang lewat di sekitarnya, perlahan tapi pasti hal itu ikut melemahkan posisi dan kekokohan batang hingga akhirnya tidak mampu bertahan lagi,” jelasnya.
 
Agus menyebut, temuan tersebut menjadi dasar penting bagi pihaknya untuk mengubah pola penanganan yang selama ini dilakukan. 

"Jika sebelumnya pemantauan lebih banyak melihat kondisi tampak luar, ke depannya pemeriksaan akan dilakukan secara lebih rinci dan teliti hingga ke bagian yang tidak terlihat mata secara langsung, sehingga risiko bahaya dapat diketahui jauh sebelum menimbulkan korban atau kerugian," sebutnya.
 
Sebagai bentuk tindak lanjut dan langkah mitigasi, terang Agus, DLH kini secara rutin bahkan setiap hari menurunkan petugas keliling untuk memeriksa seluruh pohon milik pemerintah yang tumbuh di sepanjang jalan maupun kawasan terbuka umum. 

Sehingga, tatkala ditemukan tanda‑tanda pohon tidak sehat, kemiringan yang berbahaya atau indikasi kerusakan, maka keputusan tindakan segera diambil, baik itu berupa pemangkasan dahan yang terlalu lebat, pemotongan cabang yang gampang patah, hingga penebangan total jika memang dinilai sudah tidak mungkin dipertahankan lagi.
 
“Kami tidak mau menunggu kejadian datang baru bertindak. Prinsipnya, pencegahan lebih utama daripada penanganan saat musibah sudah terjadi," paparnya. 

"Apalagi saat ini kita sedang memasuki masa di mana cuaca sering berubah secara ekstrem, hujan lebat disertai angin kencang sering terjadi, sehingga tingkat kewaspadaan kami harus dinaikkan ke tingkat tertinggi,” imbuhnya.
 
Selain memperkuat tim pemeliharaan, lanjut Agus, kesigapan penanganan di lapangan juga dibenahi melalui mekanisme kerja sama lintas lembaga. 

"DLH kini intens berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, serta Dinas Perhubungan (Dishub)," sebutnya.
 
Agus menjelaskan, sinergi ini bertujuan memastikan begitu ada laporan atau kejadian, penanganan berlangsung cepat, jalur lalu lintas segera dibuka kembali, serta keselamatan warga yang berada di lokasi segera terjamin. 

"Dengan rangkaian perbaikan sistem, pemeriksaan menyeluruh dan kesigapan terpadu ini, pemerintah daerah menaruh harapan besar agar ancaman bahaya dari pohon tumbang perlahan dapat ditekan hingga ke angka terendah dan ruang publik tetap aman serta nyaman digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat," tandasnya. ***


Editor : Ahmad Sayuti