Diskuk Jabar Sebut, Cuma Inovasi yang Mampu Pertahankan Industri Tekstil
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (Diskuk) Provinsi Jawa Barat Rachmat Taufik Garsadi mengungkapkan, hanya inovasi yang mampu mempertahankan industri tekstil di Indonesia, termasuk Jabar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (Diskuk) Provinsi Jawa Barat Rachmat Taufik Garsadi mengungkapkan, hanya inovasi yang mampu mempertahankan industri tekstil di Indonesia, termasuk Jabar.
Taufik mengatakan, sangat sulit bagi industri tekstil lokal apalagi UMKM, bila ingin bersaing di segi kuantitas. Jangankan di luar negeri, dalam negeri pun kata dia dipastikan akan sulit bersaing.
Sebab negara luar dengan kecanggihan teknologinya, mampu memproduksi dalam skala besar. Sehingga memungkinkan biaya produksinya ditekan dan pada akhirnya menjual produk dengan harga murah.
Bahkan ketika telah diekspor pun lanjut Taufik, harganya masih murah dan sulit untuk disaingi oleh produk lokal, bila ingin bertarung di pasar dengan adu harga.
"Kalau massal, susah. Buatan China ada yang Rp 20 ribu. Kalau kita ikuti, kalah kita. Modal potong sama jahitnya saja sudah berapa. Tapi kalau ekslusif atau unik gitu, kita masih bisa bersaing," kata Taufik baru-baru ini.
Maka dari itu dia mendorong industri tekstil lokal dan UMKM, untuk mulai berfokus pada inovasi. Menciptakan produk unik yang dapat diterima publik.
Sebab dengan demikian kata Taufik, industri tekstil lokal maupun UMKM mampu bersaing dan mendapatkan ceruk pasar.
"Maka kita harapkan seperti itu, bagaimana menciptakan produk yang dapat diterima pasar dengan keunikan atau kekhasannya," ucapnya. (Yuliantono)
Editor : Ahmad Sayuti

