Permudah Layanan Informasi UMKM, Diskuk Jabar Rilis Aplikasi Kabayanku

Guna mempermudah dalam memberikan layanana, khususnya mengenai informasi bagi UMKM, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Diskuk Jabar merilis aplikasi Kabayanku.

Permudah Layanan Informasi UMKM, Diskuk Jabar Rilis Aplikasi Kabayanku
Perilisan aplikasi Kabayanku ini dibarengi dengan gelaran pameran tematik bertajuk Sentra Aneka Jajanan Jawa Barat (Sajajar) di SENBIK Diskuk Jabar Kota Bandung, Selasa 9 September 2025 yang merupakan rangkaian memeringati Hari UMKM Nasional. (yuliantono)

INILAHKORAN, Bandung - Guna mempermudah dalam memberikan layanana, khususnya mengenai informasi bagi UMKM, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Diskuk Jabar merilis aplikasi Kabayanku.

Perilisan aplikasi Kabayanku ini dibarengi dengan gelaran pameran tematik bertajuk Sentra Aneka Jajanan Jawa Barat (Sajajar) di SENBIK Diskuk Jabar Kota Bandung, Selasa 9 September 2025 yang merupakan rangkaian memeringati Hari UMKM Nasional.

Kepala Diskuk Jabar Yuke Mauliani Septina menuturkan, aplikasi Kabayanku merupakan layanan berbasis AI yang dirancang untuk memberikan informasi praktis terkait koperasi dan UMKM.

Platform Kabayanku ini diharapkan Yuke, mampu mempermudah UMKM dalam mengakses informasi layanan tanpa harus datang langsung ke kantor dinas.

“Jadi ini untuk UMKM kan nggak perlu datang ke kantor, Minimal menanyakan, ada fasilitas apa aja, Seperti hal yang dasar gitu ya, misalkan hal seperti itu. Kita tinggal kasih tahu bahwa di kita ada fasilitasi untuk sertifikasi dan lain sebagainya,” ungkap Yuke.

aplikasi tersebut diharapkan bisa memangkas hambatan birokrasi, sekaligus menjadi solusi praktis. Para pelaku UMKM tidak perlu datang ke kantor dinas untuk bertanya dan jadinya memudahkan masyarakat mendapat informasi.

Dengan sistem berbasis kecerdasan buatan, layanan ini akan menjawab pertanyaan seputar program koperasi dan UMKM secara lebih cepat. Lebih jauh, ia menyebut aplikasi ini bisa menjangkau pelaku usaha yang kesulitan akses. 

Meski berbasis AI, sistem ini tetap disokong data valid dari dinas agar jawaban lebih akurat. 

"Karena kalau tidak di adjust dengan data, nanti jawabannya kemana-mana. Misalkan kita ada produk halal, bagaimana prosesnya. Itu sudah kita masukkan datanya. Intinya enggak akan jauh-jauh dari (kebutuhan) UMKM," tandasnya.


Editor : Doni Ramdhani