Diskuk Jabar: 1.490 Koperasi Merah Putih Terbangun, Terkendala Lahan di Kota

Diskuk Jabar mencatat 1.490 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah terbangun. Keterbatasan lahan menjadi kendala utama di wilayah perkotaan.

Diskuk Jabar: 1.490 Koperasi Merah Putih Terbangun, Terkendala Lahan di Kota
Kepala Diskuk Jawa Barat, Yuke Mauliani Septina,

INILAHKORAN.ID-Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (Diskuk) Jawa Barat mencatat sebanyak 1.490 unit koperasi desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) telah terbangun dari target 5.957 unit di seluruh Jawa Barat. Pembangunan di sejumlah daerah perkotaan masih menghadapi kendala utama berupa keterbatasan lahan.

Kepala Diskuk Jawa Barat, Yuke Mauliani Septina, mengatakan pembangunan KDMP belum dapat dipercepat di seluruh wilayah karena adanya ketentuan luas lahan sekitar 1.000 meter persegi untuk setiap bangunan koperasi.

Menurutnya, daerah yang telah menunjukkan progres pembangunan paling tinggi antara lain Kabupaten Majalengka, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Cianjur.

Kota Besar Terbentur Ketersediaan Lahan

Yuke menjelaskan, tantangan terbesar justru berada di wilayah perkotaan seperti Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Bogor, Kota Bandung, dan Kota Cimahi yang memiliki keterbatasan lahan.

Karena itu, Diskuk Jabar berharap pemerintah pusat dapat memberikan fleksibilitas terhadap ketentuan pembangunan KDMP, termasuk kemungkinan pembangunan gedung bertingkat.

"Bukan tidak mau membangun cepat untuk kota. Tapi masalahnya di lahan. (Harus) mengubah format. Apakah nanti jadi lima lantai, itu kan bisa. Tapi harus (ada keputusan) dari pusat," kata Yuke, Jumat (31/7/2026).

Disesuaikan dengan Potensi Daerah

Yuke menjelaskan, koperasi yang telah berdiri umumnya bergerak di sektor pangan sesuai dengan potensi masing-masing daerah.

Di wilayah selatan Jawa Barat, KDMP banyak mendukung komoditas pertanian seperti sayuran. Sementara di wilayah utara, koperasi lebih banyak bergerak di sektor perikanan. Selain itu, sejumlah koperasi juga menyediakan fasilitas pergudangan dan layanan simpan pinjam.

"Kalau di Jabar Selatan untuk sayuran segala macam. Utara untuk perikanan. Jadi menyesuaikan kondisi. Ada juga untuk simpan pinjam," ujarnya.

Enam Layanan Utama KDMP

Menurut Yuke, setiap koperasi desa/Kelurahan Merah Putih dirancang untuk menghadirkan enam layanan utama, yaitu:

1. Pengumpulan hasil pertanian dan distribusi pupuk.
2. Gerai sembako dan distribusi gas.
3. Layanan simpan pinjam dan pembiayaan.
4. Klinik dan apotek desa.
5. Pergudangan atau cold storage.
6. Layanan pendukung seperti bengkel, logistik desa, dan pengelolaan potensi lokal.

"Yang enam kebijakan itu. Makanya dibangun," katanya.

Masyarakat Diajak Ikut Mengawasi

Untuk memastikan pembangunan KDMP berjalan sesuai aturan, Diskuk Jabar mengajak seluruh elemen masyarakat ikut melakukan pengawasan.

Yuke meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan dugaan penyimpangan atau kejanggalan dalam pembangunan maupun operasional koperasi agar dapat segera ditindaklanjuti.

Dengan pengawasan bersama, pemerintah berharap Program koperasi desa/Kelurahan Merah Putih dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan perekonomian masyarakat di Jawa Barat.***


Editor : JakaPermana