Keterbatasan Lahan, jadi Tantangan Kota Cimahi Bangun KLMP

Berbekal semangat ekonomi kerakyatan yang mengedepankan gotong royong, 15 Koperasi Kelurahan Merah Putih (KLMP) sudah berdiri dan memiliki legalitas di Kota Cimahi. 

Keterbatasan Lahan, jadi Tantangan Kota Cimahi Bangun KLMP
Koperasi Kelurahan Merah Putih (KLMP)./Ilustrasi

INILAHKORAN.ID - Berbekal semangat ekonomi kerakyatan yang mengedepankan gotong royong, 15 Koperasi Kelurahan Merah Putih (KLMP) sudah berdiri dan memiliki legalitas di Kota Cimahi

Kendati demikian, untuk mewujudkan visi pemerintah pusat dalam memperkuat perputaran ekonomi lokal itu, kota dengan tiga kecamatan ini kini menghadapi tantangan besar, yakni menemukan lahan yang memenuhi syarat untuk membangun gerai-gerai koperasi tersebut.
 
Sekadar informasi, KLMP merupakan program pemerintah pusat yang digagas berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Fisik Gerai, Pergudangan, dan Perlengkapan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. 

Konsepnya sederhana namun berdampak luas, yakni menggerakkan roda ekonomi di tingkat kelurahan dengan mengelola potensi lokal melalui prinsip kerjasama rakyat.
 
"Secara konsep, program ini bertujuan agar perputaran ekonomi di kelurahan dikelola oleh masyarakat sendiri melalui koperasi," kata Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro pada Dinas Perdagangan Koperasi UKM dan Perindustrian Kota Cimahi, Emir Faisal, Kamis 22 Januari 2026.
 
Saat ini, terang Emil, seluruh 15 koperasi yang ada masih beroperasi dengan menumpang di kantor kelurahan masing-masing. Pembangunan gerai sendiri menjadi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kapasitas operasional dan memberikan akses yang lebih mudah bagi masyarakat untuk mengakses layanan koperasi.
 
"Untuk pembangunan gerai, pemerintah pusat menetapkan kriteria spesifik yang harus dipenuhi, antara lain luas lahan minimal 1.000 meter persegi, aksesibilitas yang baik, dan tidak memiliki masalah sengketa hukum," sebutnya.

Di kota yang padat seperti Cimahi, lanjut Emir, menemukan lahan yang memenuhi semua persyaratan ini bukan pekerjaan mudah.
 
"Kita sedang bekerja sama dengan BPKAD untuk mengidentifikasi lahan milik pemerintah daerah. Saat ini masih dalam proses pencarian alternatif, karena keterbatasan lahan di kota memang menjadi tantangan utama," ungkapnya.
 
Menurutnya, proses identifikasi lahan yang berjalan saat ini menjadi kunci untuk menjawab amanat dari Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Koperasi dan UKM, yang mengharapkan agar gerai-gerai koperasi dapat segera berdiri dan beroperasi secara optimal.
 
"Meskipun menghadapi hambatan, Pemkot Cimahi tetap berkomitmen untuk mendukung penuh program ini," ujarnya.

Pihaknya berharap KLMP tidak hanya menjadi tempat bagi masyarakat untuk menyimpan uang atau mendapatkan pinjaman, namun juga sebagai wadah untuk mengembangkan usaha mikro lokal, memfasilitasi distribusi produk hasil karya masyarakat, dan akhirnya meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga di tingkat kelurahan.
 
"Saat ini kita fokus pada pencarian lahan yang tepat. Meskipun masih menumpang di kantor kelurahan, koperasi sudah mulai bergerak," ujarnya.

"Kita berharap dengan adanya gerai yang khusus, peran mereka dalam menggerakkan ekonomi lokal akan semakin besar," tandasnya. *** 


Editor : JakaPermana