Gerak Cepat, Pemprov Jabar Kebut 3.600 Koperasi Merah Putih
Pemerintah Provinsi Jawa Barat bergerak cepat merealisasikan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dengan target ambisius, sekitar 3.600 koperasi
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Barat bergerak cepat merealisasikan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dengan target ambisius, sekitar 3.600 koperasi di seluruh desa dan kelurahan rampung pada akhir Juli 2026.
Target tersebut menjadi bagian dari akselerasi program nasional yang diarahkan Presiden RI Prabowo Subianto, untuk memperkuat ekosistem ekonomi kerakyatan, sekaligus memperbaiki rantai distribusi kebutuhan dasar masyarakat hingga level paling bawah.
Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan menilai, keberadaan KDKMP harus mampu menjelma sebagai pusat pelayanan kebutuhan warga, mulai dari pangan hingga energi, agar persoalan kelangkaan barang pokok tidak lagi berulang.
Menurutnya, koperasi desa dan kelurahan akan memainkan peran strategis dalam memastikan akses masyarakat terhadap kebutuhan harian menjadi lebih dekat, cepat, dan terjangkau.
“Jadi tidak ada lagi ke depan alasan masyarakat sulit mendapatkan gas LPG, sulit membeli beras dan lain sebagainya,” ujar Erwan baru-baru ini.
Skema koperasi ini dipandang bukan sekadar wadah ekonomi masyarakat, melainkan instrumen distribusi yang diharapkan mampu mengurai persoalan klasik di tingkat akar rumput, terutama terkait pasokan bahan pangan dan kebutuhan rumah tangga.
Sementara itu, Presiden RI, Prabowo Subianto menyebut operasionalisasi 1.061 koperasi secara serentak merupakan capaian besar yang belum tentu dapat dilakukan banyak negara.
Prabowo menekankan koperasi yang kini mulai beroperasi bukan sekadar konsep administratif, tetapi sudah dibangun dengan kesiapan infrastruktur dan dukungan sistem logistik yang lengkap.
“Gedungnya ada, gudangnya ada, sistemnya ada, barangnya ada, petugasnya ada, unsur-unsur logistiknya ada, ada truk, ada pick up, ada kendaraan roda tiga,” ucapnya.
Presiden Prabowo juga menggarisbawahi percepatan pembangunan koperasi, yang dinilai berlangsung dalam tempo sangat singkat.
“Dalam tujuh bulan kita bisa operasionalkan 1.061 koperasi,” ucapnya.
Lebih jauh, Prabowo mengungkapkan laporan Menteri Koordinator Bidang Pangan menunjukkan lebih dari 9.000 koperasi secara fisik kini telah siap beroperasi di berbagai wilayah Indonesia.
Baginya, pencapaian tersebut menjadi sinyal bahwa Indonesia mampu membangun sistem penyangga pangan nasional dalam skala besar demi memenuhi kebutuhan ratusan juta penduduk.
“Kita berhasil. Menjamin pangan untuk 280 juta rakyat bukan pekerjaan ringan,” tandasnya.***
Editor : JakaPermana

