Disnaker Kota Bandung Genjot Program Padat Karya untuk Perluas Peluang Kerja

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bandung Andri Darusman mengatakan, pihaknya menargetkan tingkat pengangguran turun menjadi 7,1 persen di tahun ini.

Disnaker Kota Bandung Genjot Program Padat Karya untuk Perluas Peluang Kerja
Menurutnya, penurunan pengangguran difokuskan melalui program padat karya yang mampu menyerap banyak tenaga kerja. Tahun lalu, sekitar 6.100 orang mengikuti kegiatan tersebut. Sementara tahun ini, jumlahnya meningkat menjadi sekitar 8.100 peserta. (yogo triastopo)

INILAHKORAN.ID - Kepala Dinas Tenaga kerja (Disnaker) Kota Bandung Andri Darusman mengatakan, pihaknya menargetkan tingkat pengangguran turun menjadi 7,1 persen di tahun ini.

Menurutnya, penurunan pengangguran difokuskan melalui program padat karya yang mampu menyerap banyak tenaga kerja. Tahun lalu, sekitar 6.100 orang mengikuti kegiatan tersebut. Sementara tahun ini, jumlahnya meningkat menjadi sekitar 8.100 peserta.

Program berasal dari pokok-pokok pikiran (pokir) anggota legislatif dan aspirasi masyarakat dengan upah sesuai upah minimum kota (UMK). 

“Program padat karya membantu masyarakat serabutan melalui kesempatan kerja sementara, dengan upah yang layak sesuai UMK,” ucapnya, Selasa 3 Februari 2026.

Ia menjelaskan, jumlah titik pelaksanaan padat karya tersebar di berbagai wilayah. Dari Musrenbang terdapat 115 titik, sementara sisa titik berasal dari reses dengan total 39 lokasi sehingga secara keseluruhan terdapat 162 titik yang menjadi lokasi kegiatan.

Proyek padat karya diakuinya telah dimulai sejak awal tahun. Beberapa waktu lalu ada 11 titik yang berjalan dari reses dan Musrenbang. 

"Hari ini juga dibuka sekitar 11 titik lagi. Karena waktu efektif kegiatan hanya sekitar delapan bulan, jadi kita kejar dari awal,” ujar dia.

Dengan total 162 titik dan sekitar 8.100 peserta, pemerintah kota menargetkan program padat karya menjadi salah satu strategi utama menekan angka pengangguran di Kota Bandung.

“Secara umum, penurunan angka pengangguran itu targetnya 7,11 persen sesuai RPJMD. Saat ini sekitar 7,2 persen, jadi ditargetkan turun menjadi 7,1 persen. Sebelumnya juga sempat turun dari 7,4 ke 7,2. Walaupun masih lebih tinggi dibandingkan provinsi dan nasional, tapi kita terus berupaya menurunkannya,” jelasnya.


Editor : Doni Ramdhani