Disnaker Kota Bandung Tekan Pengangguran lewat Program Padat Karya dan Pemagangan
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung terus menggencarkan, berbagai program menekan angka pengangguran dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Kepala Disnaker Kota Bandung, Andri Darusman menjelaskan, pihaknya fokus menciptakan SDM yang mampu bekerja secara mandiri maupun memenuhi kebutuhan industri.
“Melalui pelatihan kewirausahaan, pelatihan berbasis kompetensi hingga program padat karya. Kami ingin mendorong warga untuk bisa bekerja atau berwirausaha secara mandiri,” kata Andri Darusman, Minggu 8 Juni 2025.
Salah satu program unggulan adalah padat karya, yang diperuntukkan bagi warga yang termasuk dalam kategori penganggur dan setengah penganggur. Dalam program ini, peserta diberikan pekerjaan sementara seperti membersihkan lingkungan, mengolah sampah hingga memperbaiki infrastruktur.
“Program ini tidak hanya memberi penghasilan sementara, tetapi juga membuka akses terhadap aktivitas produktif yang bisa membangun kebiasaan kerja dan rasa percaya diri,” ucapnya.
Selain itu kata ia, Disnaker Kota Bandung juga menggandeng berbagai lembaga pelatihan dan perusahaan untuk menyelenggarakan pelatihan berbasis kompetensi dan program pemagangan.
Tujuannya adalah menjembatani kesenjangan antara kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan nyata di dunia industri. Peserta pelatihan juga diarahkan untuk mengikuti uji kompetensi yang dilakukan oleh lembaga terakreditasi, dengan standar nasional maupun internasional.
“Sertifikasi ini penting karena menjadi bukti formal keterampilan yang dimiliki peserta. Ini sangat dibutuhkan untuk melamar kerja, baik di sektor formal maupun informal,” ujar dia.
Lebih lanjut, pihaknya juga membuka akses bagi masyarakat yang ingin mengikuti program ini. Pendaftaran bisa dilakukan melalui kelurahan, kecamatan atau mengakses informasi resmi melalui website dan media sosial Disnaker Kota Bandung.
Andri menambahkan, seleksi peserta dilakukan berdasarkan kondisi ekonomi dan kesiapan kerja masing-masing individu. "Dengan berbagai program tersebut, kami berharap dapat mempercepat penurunan angka pengangguran serta menciptakan masyarakat yang mandiri dan siap kerja," tandasnya. *
Editor : Ahmad Sayuti

