BPS Jabar: Penduduk Usia Kerja Meningkat, Pengangguran Naik

BPS Jabar merilis kondisi ketenagakerjaan Jabar periode Mei 2026. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) tercatat sebesar 68,46 persen, meningkat 0,33 poin.

BPS Jabar: Penduduk Usia Kerja Meningkat, Pengangguran Naik
Kepala BPS Jabar Margaretha Ari Anggorowati. (istimewa)

INILAHKORAN.ID - BPS Jabar merilis kondisi ketenagakerjaan Jabar periode Mei 2026. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) tercatat sebesar 68,46 persen, meningkat 0,33 poin persentase dibandingkan Februari 2026. Sementara Tingkat pengangguran Terbuka (TPT) turun tipis menjadi 6,61 persen.

Jumlah penduduk bekerja pada Mei 2026 mencapai 25,31 juta orang atau bertambah sekitar 205,31 ribu orang dibandingkan Februari 2026. 

Penyerapan tenaga kerja terbesar masih terjadi pada sektor perdagangan, industri pengolahan, serta pertanian, kehutanan, dan perikanan. Sedangkan jumlah pengangguran mencapai 1,79 juta orang atau naik 6,14 ribu orang.

Berdasarkan jenis kelamin, TPAK laki-laki Mei 2026 mengalami peningkatan 1,23 persen poin dibanding Februari 2026, sedangkan TPAK perempuan turun 0,58 persen poin.

“Penyerapan tenaga kerja menurut lapangan usaha masih didominasi sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 21,71 orang, naik 20,23 ribu orang. Diikuti sektor industri sebesar 18,21 persen, naik sebanyak 8,64 ribu orang. Kemudian pertanian sebesar 15,54 persen, naik 24,63 ribu orang,” jelas Kepala BPS Jabar Margaretha Ari Anggorowati, beberapa waktu lalu.

Menurut status pekerjaan pada Mei 2026 sebanyak 40,46 persen penduduk bekerka sebagai buruh/karyawan/pegawai, dan berusaha sendiri sebanyak 22,32 persen. Sedangkan menurut tingkat Pendidikan, penduduk dengan pendidikan SD ke bawah yang paling banyak yaitu sebesar 35,12 persen atau 8,89 juta orang. Diikuti Pendidikan SMP sebesar 18,52 persen atau sebanyak 4,69 juta orang, disusul Pendidikan SMA sebesar 18,27 juta orang atau sebanyak 4,62 juta orang.

“Di sisi lain, proporsi pekerja informal meningkat menjadi 55,99 persen. Persentase pekerja penuh juga naik menjadi 72,15 persen, mencerminkan semakin banyak penduduk yang bekerja dengan jam kerja penuh,” tegas Ari.

Ari menambahkan, sejumlah indikator makro turut mendukung kinerja ekonomi Jabar pada triwulan II 2026, di antaranya peningkatan realisasi belanja pemerintah daerah, pertumbuhan ekspor luar negeri, serta meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat. 

Namun demikian, investasi dan mobilitas wisatawan domestik masih mengalami perlambatan sehingga menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian pada periode berikutnya.

“Melalui rilis ini, BPS berharap data statistik yang dipublikasikan dapat menjadi dasar bagi pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat dalam menyusun kebijakan maupun mengambil keputusan berbasis data," tambahnya.


Editor : Doni Ramdhani