Disnakertrans Jabar Antisipasi Gelombang PHK Akibat Otomatisasi Robot dan AI

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat mulai mengambil langkah antisipasi terhadap potensi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), yang dipicu peralihan tenaga manusia ke robot serta teknologi Artificial Intelligence (AI) di sektor industri.

Disnakertrans Jabar Antisipasi Gelombang PHK Akibat Otomatisasi Robot dan AI
Kepala Bidang Hubungan Industrial Disnakertrans Jawa Barat Firman Desa mengatakan, fenomena pergeseran peran tenaga kerja ke mesin dan kecerdasan buatan sudah sering disampaikan Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli. Kondisi ini dinilai berdampak langsung pada efisiensi penggunaan tenaga kerja, khususnya di sektor padat karya. (dok)

INILAHKORAN, Bandung - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat mulai mengambil langkah antisipasi terhadap potensi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), yang dipicu peralihan tenaga manusia ke robot serta teknologi Artificial Intelligence (AI) di sektor industri.

Kepala Bidang Hubungan Industrial Disnakertrans Jawa Barat Firman Desa mengatakan, fenomena pergeseran peran tenaga kerja ke mesin dan kecerdasan buatan sudah sering disampaikan Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli. Kondisi ini dinilai berdampak langsung pada efisiensi penggunaan tenaga kerja, khususnya di sektor padat karya.

“Banyak perusahaan sudah mengefisiensi penggunaan sumber daya manusia dan menggantinya dengan teknologi itu. Kami sedang memitigasi situasi itu,” kata Firman dikutip Minggu 14 September 2025.

Firman menegaskan, sektor garmen dan tekstil merupakan yang paling rentan terdampak. Selain ancaman otomatisasi, tekanan krisis global yang memicu penurunan permintaan produk turut memperbesar risiko PHK.

“Garmen dan tekstil tentu berpotensi. Belum lagi ada krisis global yang menyebabkan penurunan permintaan penjualan,” ujarnya.

Sebagai langkah mitigasi, Disnakertrans Jawa Barat fokus pada program peningkatan keterampilan (upskilling) dan pelatihan ulang (reskilling). Strategi ini diyakini dapat membantu pekerja lebih cepat beradaptasi dan kembali terserap ke dunia kerja, baik di sektor formal, informal, maupun melalui jalur kewirausahaan.

“Kami melakukan upskilling dan reskilling. Jadi ketika terkena PHK, mereka bisa lebih cepat kembali ke dunia kerja. Entah ke sektor formal, informal, ataupun bisa wiraswasta,” tuturnya.

Melalui langkah tersebut, Disnakertrans berharap tenaga kerja Jawa Barat tetap kompetitif dan tidak tertinggal dalam arus besar transformasi industri berbasis teknologi. 


Editor : Doni Ramdhani