Disnakertrans KBB Kirim Puluhan Warganya Bekerja ke Jepang, Gaji Capai Rp20 Juta

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat terus berupaya meningkatkan kesejahteraan warganya melalui program penempatan tenaga kerja di luar negeri. 

Disnakertrans KBB Kirim Puluhan Warganya Bekerja ke Jepang, Gaji Capai Rp20 Juta
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat terus berupaya meningkatkan kesejahteraan warganya melalui program penempatan tenaga kerja di luar negeri. 

INILAHKORAN, Ngamprah – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat terus berupaya meningkatkan kesejahteraan warganya melalui program penempatan tenaga kerja di luar negeri. 

Sepanjang tahun 2024-2025, sebanyak 41 warga Bandung Barat telah resmi diberangkatkan untuk bekerja di Negeri Matahari Terbit itu.

"Dari sekitar 200 pendaftar hanya 16 orang yang berhasil diberangkatkan, disesuaikan dengan ketersediaan anggaran," kata Kabid Pelatihan Produktivitas Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada Disnakertrans KBB, Dewi Andani saat ditemui di ruangannya, Senin 10 November 2025.

"Kalau untuk informasi lowongan kerja disebarkan melalui berbagai saluran, termasuk media sosial dan flyer," sebutnya.
 
Dewi menuturkan, para calon pekerja ini mengikuti pelatihan intensif selama enam bulan yang meliputi bahasa dan budaya Jepang. 

Beberapa di antaranya bahkan berhasil memperoleh Sertifikat N4 yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). 

"Namun, ada juga yang bisa diberangkatkan lebih cepat jika sudah memiliki N4 dan benar-benar menguasai Bahasa Jepang," tambahnya.
 
"Keterampilan, bahasa, dan tata krama menjadi fokus utama dalam pelatihan, mengingat perbedaan budaya kerja antara Indonesia dan Jepang," sambungnya.

Sementara terkait proses pemberangkatan, lanjut Dewi, didahului dengan komunikasi intensif melalui grup WhatsApp, yang melibatkan baik para calon pekerja maupun orang tua mereka. 

"Kita selalu mengingatkan dan memberikan dukungan kepada anak-anak melalui grup WhatsApp. WhatsApp menjadi media komunikasi yang efektif," ujarnya.
 
Dewi pun menceritakan salah satu kisah inspiratif datang dari Asep, yang ibunya berjualan gorengan dan ayahnya bekerja serabutan. 

Berkat kesempatan lembur yang diberikan oleh atasannya di Jepang, Asep mampu membiayai pendidikan adiknya yang hampir putus sekolah. 

"Kisah serupa juga dialami oleh pekerja lain yang ibunya hanya membuka warung kecil, kini usahanya berkembang pesat," paparnya.
 
Rata-rata, terang Dewi, gaji yang diterima oleh para pekerja asal Bandung Barat di Jepang berkisar antara Rp18-20 juta per bulan. Mereka bekerja di berbagai sektor, seperti pertanian, teknisi, dan kesehatan. 

"Mereka juga mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan keterampilan melalui pendidikan lanjutan sesuai dengan minat masing-masing," terangnya.
 
Tak cuma itu, ada juga yang berangkat ke Jepang melalui program Specialist Skill Worker (SSW). Program ini memungkinkan pekerja berangkat tanpa rekomendasi dinas, namun tetap tercatat di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) atau Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). 

"Syaratnya, mereka harus memiliki dua keahlian, yaitu bahasa dan kompetensi di bidangnya," imbuhnya.
 
Dewi menambahkan, Disnakertrans KBB hanya membiayai biaya pelatihan sebesar Rp10 juta. Ke depan, pihaknya berencana menggandeng perbankan untuk mendanai biaya keberangkatan melalui kerjasama atau MoU dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). 

"Biaya keberangkatan ke Jepang diperkirakan mencapai Rp36 juta, tapi nanti Rp6 juta dikembalikan sebagai modal hidup," ucapnya. *** 


Editor : JakaPermana