Disparbud Jabar Luncurkan West Java Traincation, Wisata Inovatif Berbasis Jalur Kereta Api

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) meluncurkan terobosan baru dalam promosi pariwisata. Program bertajuk West Java Traincation resmi diperkenalkan melalui soft launching di Stasiun Paledang, Kota Bogor baru-baru ini.

Disparbud Jabar Luncurkan West Java Traincation, Wisata Inovatif Berbasis Jalur Kereta Api
Acara tersebut sekaligus menandai pelepasan peserta Familiarization Trip (Famtrip) yang diikuti travel agent, tour operator, media massa dan perwakilan ekspatriat. Kepala Disparbud Jabar Iendra Sofyan menjelaskan, West Java Traincation merupakan kampanye pariwisata inovatif berbasis rel yang menghubungkan berbagai destinasi unggulan di Jawa Barat. (yuliantono)

INILAHKORAN, Bandung - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) meluncurkan terobosan baru dalam promosi pariwisata. Program bertajuk West Java Traincation resmi diperkenalkan melalui soft launching di Stasiun Paledang, Kota Bogor baru-baru ini.

Acara tersebut sekaligus menandai pelepasan peserta Familiarization Trip (Famtrip) yang diikuti travel agent, tour operator, media massa dan perwakilan ekspatriat. Kepala Disparbud Jabar Iendra Sofyan menjelaskan, West Java Traincation merupakan kampanye pariwisata inovatif berbasis rel yang menghubungkan berbagai destinasi unggulan di Jawa Barat.

“Melalui West Java Traincation, kami ingin menciptakan pengalaman perjalanan yang tidak hanya nyaman, tetapi juga penuh nilai budaya dan edukasi,” ujar Iendra.

Menurutnya, pariwisata berbasis kereta api menjadi langkah strategis dalam menghidupkan potensi ekonomi kreatif di sepanjang jalur rel. Iendra pun mengajak masyarakat ikut berkolaborasi dalam menciptakan peluang baru di sektor pariwisata daerah.

“Prinsip mengelola pariwisata adalah kolaborasi. Dinas Pariwisata bertugas mengemas potensi yang sudah ada menjadi nilai tambah sehingga orang mau berkunjung,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, peserta Famtrip menempuh rute Bogor–Sukabumi dengan berbagai aktivitas wisata. Perjalanan dimulai dengan mengunjungi sejumlah ikon wisata di Kota Bogor, seperti Kebun Raya Bogor, Tugu Kujang, Balai Kota, serta mencicipi kuliner legendaris Ayam Goreng Fatmawati.

Hari berikutnya, rombongan melanjutkan perjalanan menggunakan Kereta Api Pangrango menuju Sukabumi. Di sana, mereka belajar tentang tradisi dan budaya lokal di Pondok Pesantren Al Fath dan Museum Prabu Siliwangi, serta mengikuti sesi business to business dengan pelaku usaha pariwisata setempat.

Perjalanan dilanjutkan dengan menikmati keindahan Situgunung, menjelajahi kawasan pecinan Sukabumi, dan bangunan bersejarah Odeon, sebelum ditutup dengan makan malam bersama.

Kepala Bidang Pemasaran Disparbud Jabar, Chandrawulan menegaskan, program ini merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat daya tarik wisata Jawa Barat.

“Kegiatan ini merupakan komitmen kolaboratif antara pemerintah daerah dan para pelaku industri serta media massa untuk bersama mengembangkan daya tarik wisata melalui paket-paket yang melintasi jalur kereta api heritage di Jawa Barat,” jelasnya.

“Kami berharap melalui Famtrip ini, dapat meningkatkan angka kunjungan wisatawan mancanegara dan nusantara ke Jawa Barat,” lanjutnya.

Selain rute Bogor–Sukabumi, Disparbud Jabar juga menyiapkan tiga rute utama lainnya dalam program West Java Traincation, yaitu:

1. High-Speed Railway Trip (Karawang–Purwakarta–Subang)
Menampilkan wisata industri, sejarah dan budaya di jalur cepat KCIC Whoosh.

2. Railways Heritage (Bogor–Sukabumi)
Menyuguhkan wisata sejarah dan alam di kawasan Situ Gunung, Kampung Eling dan Museum Prabu Siliwangi.

3. Railways Unveiling Culture (Jakarta–Cirebon–Kuningan)
Menelusuri jejak budaya klasik melalui Keraton Kasepuhan, Goa Sunyaragi dan Batik Trusmi.

4. Railways Scenic Panoramic (Bandung–Garut–Tasikmalaya)
Menghadirkan panorama alam dan pengalaman budaya di Kampung Naga, Candi Cangkuang, hingga Jembatan Cirahong. 


Editor : Doni Ramdhani