YDAI Bogor Raya Pastikan Anggotanya Mandiri dan Tidak Terlibat Kredit Macet
Yayasan Diffable Action Indonesia (YDAI) Bogor Raya terus menggalakkan kemandirian anggotanya, mereka dilatih dan dibina jadi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM). Lewat unit Incu Bie atau Inkubator BIsnisnya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Yayasan Diffable Action Indonesia (YDAI) Bogor Raya terus menggalakkan kemandirian anggotanya, mereka dilatih dan dibina jadi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM). Lewat unit Incu Bie atau Inkubator BIsnisnya.
Saat ini sudah berjalan 9 batch atau angkatan, para UMKM dibawah Incu Bie DIFFABLE ACTION mendapatkan Corporate Social Responsbility (CSR) dari ACC (Astra Credit Companies), untuk dana bergulir atau pinjaman tanpa agunan dan tanpa bunga.
"Selama ini kami melakukan pembinaan pada para umkm difabel dan orangtua difabel , pelatihan soft skill dan hard skill juga pendampingan pembuatan legalitas usaha. Semua jenis usaha mulai dari Kuliner, Craft dan Fashion, Penjahitan, hingga Warung Kelontong," ujar Sekjen YDAI Bogor Raya Isnurul Isnaeni kepada wartawan, Minggu 20 Oktober 2025.
Dengan pembinaan dan pendampingan yang tepat, para umkm difabel dan UMKM para orangtua difabel bisa amanah dalam mengelola usahanya.
"Alhamdulillah, tidak ada pinjaman atau kredit yang macet dari pelaku UMKM dissabilitas," tutur Isnurul Naeni.
Isna sapaan akrab Isnurul Isnaeni menambahkan, bahwa pinjaman tanpa modal tanpa bunga lebih diprioritaskan untuk melengkapi sarana prasarana dan mengembangkan skala usaha UMKM.
"Mereka yang diberikan pinjaman tanpa agunan dan tanpa bunga bukan mereka yang tak punya modal sama sekali, tetapi yang tinggal 'disuntik' semangatnya dengan melengkapi sarana prasarana dan mengembangkan skala usaha UMKM. Intinya, YDAI yang menseleksi UMKM yang sehat dan kalau mereka belum punya modal, maka mereka bisa mulai dengan menjadi pekerja teman-teman YDAI lainnya," tambahnya.
Ia menerangkan, bahwa jumlah anggotanya hampir 700 orang seBogor Raya. Mulai dari usia anak hingga lansia dari beragam jenis difabel.
Tak hanya dibina sebagai pelaku UMKM, mental para difabelpun dibentuk sejak anak-anak untuk tampil percaya diri.
Dengan memberikan pelatihan yang bisa meng upgrade soft skill dan hard skillnya, mereka juga diberikan ruang untuk mengeksplor bakatnya dan mengasah kepercayaan dirinya dengan tampil menjadi Talent Fashion Show ataupun Talent Seni Tari, Seni Suara ataupun Drama.
"Seperti yang kemarin di Atrium Carnaval CCM 2, ada 11 anak difabel dari beragam jenis tampil Fashion Show mengenakan busana karya Edith House Gallery di acara Pembukaan Discover Batik Indonesia," terangnya.
Isna menjelaskan selain menampilkan Talent Fashion Show, YDAI juga mengisi agenda acara Discovery Batik Indonesia dengan Talkshow seputar Kiprah DIFFABLE ACTION dan Demo Tutorial Craft Kawat Tembaga oleh salah satu umkm DIFFABLE ACTION.
"Ada 6 booth UMKM DIFFABLE ACTION yang menampilkan produk antara lain, SHIFA Handmade Craft dengan aneka Tas Decoupage, AITHA Collection dengan aneka Bros dan Gelang aksesoris kawat tembaga, ASA Art dengan produk Batik Ciprat dan Sandal Lukis, CHITUS Art dengan aneka Ecoprint, TK2 LDS dengan produk Lukisan, Lilin Aromatherapy dan jepitan rambut, dan ISHANA Craft yang menjual gelang dan Tali HP manik - manik. Silahkan mengapresiasi produk karya difabel dan keluarganya, produk yang kualitasnya setara dan sudah terkurasi. Wujud nyata apresiasi dengan membeli produk UMKMnya," tukasnya.
Editor : Doni Ramdhani

