Disperkim Jabar Bilang Tiga Ribu Rumah Subsidi FLPP Bakal Dibangun di Kota Bandung
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Disperkim Jabar Indra Maha mengungkapkan, tiga ribu rumah subsidi bakal dibangun di Kota Bandung.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Disperkim Jabar Indra Maha mengungkapkan, tiga ribu rumah subsidi bakal dibangun di Kota Bandung.
Dimana tiga ribu rumah subsidi di Kota Bandung itu bagian dari target pembangunan tiga juta rumah. Disperkim Jabar menegaskan itu merupakan janji politik Presiden Prabowo Subianto, yang mana salah satunya adalah program KPR sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Indra melanjutkan, penandatanganan nota kesepahaman Disperkim Jabar telah dilakukan beberapa waktu lalu antara Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan delapan pemerintah kabupaten/kota.
Saat itu, 23 ribu rumah disepakati dibangun di delapan kabupaten/kota, dari sekitar 105 ribu rumah subsidi yang dijatahkan kepada Provinsi Jawa Barat oleh pemerintah pusat.
"Tiga ribu rumah untuk Kota Bandung. Lainnya Subang, Bogor, Sumedang dan lain-lain," ujar Indra Maha di Kota Bandung baru-baru ini.
Pada program KPR Sejahtera FLPP ini lanjut dia, selain mendapatkan subsidi, juga uang muka ringan. Dimana hanya dibebankan 1 persen dari harga rumah.
"Bunganya flat 5 persen. Tenor 20 tahun. Diharapkan ini bisa membantu masyarakat mendapatkan rumah," ucapnya.
Secara simbolis program ini lanjut Indra telah diberikan kepada guru dan guru honorer, supaya mereka bisa memiliki rumah tidak jauh dari tempat kerjanya, serta berbiaya ringan.
"Misal (harga rumah subsidi) Rp166 juta, 1 persen (uang muka) Rp1,6 juta. Dihitung sisanya (kewajiban pembayaran). Wilayah Bandung misal UMR Rp4 jutaan, Rp1 juta bisa buat rumah. Agak membantu," kata dia.
Soal keterlibatan Pemprov Jabar dalam program pemerintah pusat ini, Indra menerangkan pihaknya bertugas sebagai penghubung antara pusat dengan kabupaten/kota. Salah satunya, mengumpulkan data dari daerah.
"Ada tugas masing-masing. Kita fasilitator. Meminta data ke kabupaten/kota. Kan masyarakatnya ada di kabupaten/kota," tandasnya.
Editor : Doni Ramdhani


