Baru Tercapai 90 Persen, Disperkim Jabar Sasar Kawasan Kumuh di Program Rutilahu
Dinas Perumahan dan Permukiman alias Disperkim Jabar mengklaim, program revitalisasi rumah tidak layak huni atau rutilahu baru tercapai 90 persen.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Dinas Perumahan dan Permukiman alias Disperkim Jabar mengklaim, program revitalisasi rumah tidak layak huni atau rutilahu baru tercapai 90 persen.
Kepala Bidang (Kabid) Perumahan Disperkim Jabar Achmad Haidar mengatakan, pihaknya akan melanjutkan menyasar kawasan kumuh untuk program rutilahu.
Dimana berdasarkan data Disperkim Jabar, dari target 2.516 unit rumah yang ditargetkan perbaikan rutilahu itu rampung pad 2024. Baru selesai 90 persen atau sekitar 2.264 unit rumah.
"Untuk perbaikan rutilahu, kita hanya difokuskan di kawasan-kawasan kumuh. Sekarang masih berjalan (perbaikannya), dan mudah-mudahan ini kita targetkan selesai di akhir tahun (2024)," ujar Achmad, Selasa 5 November 2024.
Soal kendala yang dihadapi, Haidar mengungkapkan bahwa dalam perbaikan rutilahu, terkendala swadaya masyarakat sekitar yang disasar.
Sebab dalam program rutilahu, Pemprov Jabar hanya membiayai bahan baku, di luar jasa pekerja.
"Tentunya ini harus adanya stimulan dan harus adanya swadaya dari penghuninya. Kita tidak bisa full (membiayai rutilahu) karena anggarannya pun cuman Rp20 juta per titik (rumah). Jadi harus ada swadaya," ucapnya.
Meski begitu, Haidar mengaku bahwa pihaknya akan terus mendorong agar target perbaikan rutilahu di 2.516 unit tersebut dapat selesai di akhir tahun 2025 nanti.
"Pemerintah hanya bisa mendorong agar semua bisa tergerak untuk bisa sama-sama memperbaiki rutilahu ini. Karena pemerintah itu sebenarnya tidak bisa menghandle (menangani) semua masalah di rumah terutama rutilahu," imbuhnya.
Sementara rencana selanjutnya, Haidar menuturkan bahwa Disperkim telah mengusulkan atau menganggarkan sekitar seribu rumah untuk masuk dalam program rutilahu di 2025.
"Rencana tahun depan kita sudah anggarkan sekitar 1.000 unit yang akan diperbaiki. Dan ini (perbaikan rutilahu) makin lama makin turun, karena memang kodisi keuangan provinsi juga makin sulit. Sehingga untuk tahun depan kita hanya anggarkan sekitar seribuan," pungkasnya.
Editor : Doni Ramdhani

