Dispora Jabar Dorong Pemuda Andil dalam Pembangunan

Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Barat melalui Bidang Layanan Kepemudaan terus merealisasikan program pembangunan kepemudaan.

Dispora Jabar Dorong Pemuda Andil dalam Pembangunan
Kepala Bidang Layanan Kepemudaan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Barat Muhammad Nizar. (agus sn)

INILAH, Bandung - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Barat melalui Bidang Layanan Kepemudaan terus merealisasikan program pembangunan kepemudaan yang digalakkan Kementrian Pemuda dan Olahraga serta Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Program Milenial Juara merupakan program sangat strategis yang mempunyai peran penting untuk membangun Jawa Barat ke depan, khususnya bagi para pemuda. Seperti diketahui, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pernah mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat sangat membutuhkan mitra dalam membangun Provinsi Jabar.

Emil, sapaan akrabnya mengajak, kaum milenial khususnya pemuda Jawa Barat untuk turut berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia kepemudaan.

Kepala Bidang Layanan Kepemudaan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Barat Muhammad Nizar mengatakan, ada beberapa program kepeloporan yang telah terealisasi, di antaranya Pramuka, Paskibraka, marching band, dan kewirausahaan muda melalui pembinaan dan  pelatihan bagi pemuda-pemuda yang baru melakukan wirausaha.

“Kemudian, pihaknya akan membentuk Lembaga Permodalan Kewirausahaan Pemuda (LPKP) karena banyak wirausaha muda yang kesulitan dalam hal permodalan,” katanya pada INILAH di kantor Dispora Jabar, Komplek Sarana Olahraga (SOR) Arcamanik- Jabar, Kota Bandung, Senin (20/1/2020).

“Kita akan terus support melalui lembaga independen yang anggotanya kita pilih orang-orang yang punya kemampuan untuk mengoordinasikan dengan perusahaan-perusahaan besar untuk bisa membantu permodalan terutama dengan perbankan,” katanya.

Nizar mengungkapkan, untuk kebijakannya sendiri apakah akan diadopsi seperti di Jawa Timur dengan ada bunga 3%, misalnya ada kekhususan, namun pihaknya akan melakukan melakukan verifikasi melalui rekomendasi Dispora Jabar. Para wirausahawan muda akan diberikan modal dengan bunga yang kecil. Para wirausahawan muda yang layak akan diarahkan untuk mendapat fasilitas modal.

“Kita juga punya program organisasi pemuda yang memfasilitasi organisasi-organisasi kepemudaan di bawah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), baik di luar maupun di dalam KNPI untuk meningkatkan kemampuan berorganisasi termasuk penguatan organisasi,” ungkapnya.

Selain itu, kata Nizar, ada pelatihan khusus, misalnya penguatan musyawarah yang akan dibantu Dispora dan ada marching band yang berada di bawah organisasi kepemudaan, namun langsung dibina oleh Dispora.

“Kita punya Marching Band Pakuan, tupoksinya di bawah binaan Dispora khusus di bidang kepemudaan, kita lakukan pembinaan latihan rutin seminggu 4 kali dan sifatnya pembinaan,” katanya.

Nizar menjelaskan, program gubernur adalah Milenial Juara, ada banyak prestasi yang telah disumbangkan untuk Jabar, di antaranya juara satu drumband, juara nasional wirausaha muda tingkat nasional,  juara kategori sembilan wirausahawan muda Jawa Barat.

Dan, sudah masuk nominasi juara tingkat nasional, meski juara pertamanya 3 orang, juara keduanya 2 orang dan juara ketiga 4 orang, serta pemuda pelopor juga berhasil menjadi juara nasional dalam 5 kategori.

Goal-nya sendiri untuk merealisasikan milenial juara, dan untuk generasi muda ini alhamdulillah kita sudah mendapat juara pertama di level nasional kelas dunia di acara Indonesia Drum Corps Competition  (IDCC) Internasional mengalahkan provinsi lain di Indonesia,” jelasnya.

Lebih jauh Nizar menerangkan, Jawa barat ini ada terdiri dari 27 kabupaten/ kota, tentunya harus bersinergi dengan pemerintah kabupaten/kota dalam program pembangunan kepemudaan. Hambatan yang terjadi di waktu dan jarak untuk bisa bersinergi dengan setiap pemerintah daerah di Jawa Barat.

“Bagaimana kita meningkatkan indeks pembangunan pemuda harus sama-sama dengan kabupaten/kota dengan berkolaborasi, kita tidak bisa melaksanakan bergerak sendiri karena pemuda itu ada di kabupaten kota,” terangnya.

Dia menambahkan, prestasi- prestasi yang telah diraih tidak menurun, bahkan bisa terus ditingkatkan, misal pemuda pelopor yang menjadi juara hanya satu. Tahun depan haru ada dua atau tiga juara meski berat karena levelnya nasional.

“Kemudian, marching band mudah-mudahan kita masih bisa meraih juara lagi, makanya harus ditingkatkan.  Ke depannya, kita ingin melakukan berbagai inovasi terkait kegiatan pembangunan kepemudaan di Jawa barat,” ujarnya.

Nizar berharap, sudah saatnya Jabar  jadi pusat inovasi atau  Jawa barat bisa jadi standar nasional keberhasilan pemuda, bahkan mendunia supaya bisa diadopsi oleh daerah atau negara lain. “Kita punya tiga program unggulan Gubernur, yakni Jabar Future Leader (JFL), Jabar Inovation Fellowship (JIF), dan Jabar Inovation Summit (JIS),” tandasnya. (agus sn)


Editor : suroprapanca