Dispora Kabupaten Cirebon Inventarisir Fasilitas Olahraga
Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Cirebon tengah melakukan inventarisasi terhadap fasilitas olahraga. Hal itu dilakukan untuk mengetahui kondisi bangunan dan tingkat kerusakan setiap aset. Tujuannya, sebagai dasar perencanaan perbaikan ke depan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Dinas Pemuda dan olahraga (Dispora) Kabupaten Cirebon tengah melakukan inventarisasi terhadap fasilitas olahraga. Hal itu dilakukan untuk mengetahui kondisi bangunan dan tingkat kerusakan setiap aset. Tujuannya, sebagai dasar perencanaan perbaikan ke depan.
Demikian dikatakan Kepala dispora kabupaten cirebon, Jois Putra, Sabtu 6 Desember 2025. Saat ini, tercatat ada 12 aset Dispora yang tersebar di beberapa kecamatan. Salah satunya Gor dan Stadion Ranggajati.
Menurutnya, inventarisasi aset dilakukan seiring dengan adanya pemotongan transfer keuangan daerah ditahun 2026. Hal itu berdampak langsung pada pagu anggaran Dispora. Banyak anggaran yang terpotong. Sementara, aset yang ada, harus dirawat.
“Setelah ada pemotongan transfer keuangan daerah, maka beberapa rencana perbaikan tidak bisa maksimal. Karena itu, kami mencoba format lain, seperti mengajukan pendanaan melalui CSR dari perusahaan-perusahaan,” ungkap Jois.
Dia menjelaskan, saat ini Dispora tengah mengajukan proposal CSR ke Indocement. Tujuannya, untuk pengadaan kursi Stadion Ranggajati. Walaupun anggaran dari APBD untuk stadion tersebut sebenarnya sudah ada, namun terdampak efisiensi. Imbasnya, anggaran tidak mencukupi untuk melakukan perbaikan secara optimal.
“Tahun depan sebenarnya ada anggaran untuk Gor Ranggajati dan Stadion Ranggajati, tapi karena efisiensi, tidak maksimal. Untuk pengadaan kursi, saat ini kami coba ajukan ke Indocement melalui skema CSR,” jelasnya.
Dispora juga menargetkan adanya peningkatan standar sarana olahraga, khususnya agar Stadion dan GOR Ranggajati dapat memenuhi standar internasional. Namun upaya itu membutuhkan dukungan pendanaan yang tidak sedikit.
“Kita nanti akan berkoordinasi dengan perusahaan-perusahaan. Ini setelah semua aset selesai dicek kondisinya. Dalam waktu dekat kita akan berkomunikasi dengan Bappelitbangda terkait langkah lanjutan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, selama ini tanggung jawab perawatan aset Dispora memang berada di dinas, namun dana khusus perawatan hampir tidak pernah tersedia. Sementara itu, pendapatan dari sewa fasilitas olahraga masuk langsung ke Pendapatan Asli Daerah (PAD), sehingga tidak bisa langsung digunakan untuk pemeliharaan aset.
“Perawatan menjadi tanggung jawab Dispora, tapi dana perawatan itu tidak pernah ada. Sementara hasil sewa masuk ke PAD, bukan ke kami. Itu sebabnya kondisinya tidak banyak berubah,” ujarnya.
Jois menambahkan, pihaknya ingin memastikan seluruh kondisi aset dilihat langsung di lapangan, bukan hanya berdasarkan data bidang terkait. Inventarisasi detail akan menjadi acuan utama dalam menentukan prioritas penanganan.
“Untuk GOR dan Stadion Ranggajati insyaallah tahun depan ada anggaran, meski tidak maksimal. Untuk aset lain belum ada, jadi kita cari celah lain,” tukasnya.
Editor : Ahmad Sayuti

