Ditanya 'Apakah Member BLACKPINK Iri dengan Kesuksesanmu??' Begini Jawaban Rose
Rose menjawab bahwa member BLACKPINK saling mendukung saat ditanya soal kesuksesannya bisa membuat rekan grupnya iri.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Setelah merilis lagu solo 'APT' yang menjadi sensasi global, Kesuksesan Rose BLACKPINK terus meningkat.
Rose BLACKPINK kini menjadi pusat diskusi online setelah pertanyaan wawancara kontroversial tentang rekan-rekannya dalam grup.
Baru-baru ini Rose BLACKPINK tampil di 'The Howard Stern Show', di mana pembawa acara bertanya kepadanya, "Apakah menurutmu mereka (para Member BLACKPINK) Iri dengan kesuksesanmu?"
Pertanyaan itu dengan cepat memicu reaksi keras, karena banyak yang merasa pertanyaan itu dirancang untuk menciptakan drama yang tidak perlu di dalam grup.
Meski sempat merasa canggung, Rose tetap menanggapinya dengan hangat dan setia, menegaskan bahwa BLACKPINK tidak memiliki rasa cemburu.
"Sama sekali tidak, kurasa, tidak, tidak, karena kurasa kita semua tahu, kita semua melakukan ini secara bersamaan, dari grup hingga solo," jawab Rose.
"Kita semua paham betapa banyak kerja keras yang dicurahkan untuk menjadi independen, jadi setiap saat, kita hanya terikat oleh semua pengalaman dan hal-hal lainnya, jadi itu benar-benar menyehatkan," jelas sang idola.
"Mereka selalu menanyakan kabarku, aku menyayangi mereka, mereka seperti keluarga dan saudara perempuanku," tambah Rose.
Meskipun beberapa penggemar mengkritik situasi tersebut, berpendapat bahwa Member lain tidak akan berada dalam posisi seperti itu, banyak yang membela Rose memuji profesionalismenya dalam menangani pertanyaan yang "berat".
Para pendukung menekankan bahwa tuduhan bahwa dia "gadis jahat" tidak adil dan bahwa dia mengubah momen yang berpotensi membahayakan menjadi momen yang menyoroti persatuan BLACKPINK.
Insiden tersebut kemudian menjadi viral, memicu perdebatan tentang pendekatan media Barat terhadap idola K-Pop dan apakah pertanyaan-pertanyaan tersebut sengaja dirancang untuk menimbulkan kontroversi.***
Editor : Irma Nurfajri


