Diterjang Banjir, Objek Wisata Taman Bougenville Tutup

Pascaterjadinya luapan Sungai Cigeureuh di Gunung Puntang Kecamatan Cimaung Kabupaten Bandung pada Sabtu (16/2) sekitar pukul 17.00 WIB, objek wisata Taman Bougenville tak beroperasi. 

Diterjang Banjir, Objek Wisata Taman Bougenville Tutup
Objek Wisata Taman Bougenville tak beroperasi pascabanjir bandang, Sabtu (16/2)
INILAH, Bandung- Pascaterjadinya luapan Sungai Cigeureuh di Gunung Puntang Kecamatan Cimaung Kabupaten Bandung pada Sabtu (16/2) sekitar pukul 17.00 WIB, objek wisata Taman Bougenville tak beroperasi. 
 
Pengelola objek wisata tersebut tengah membersihkan lumpur dan sampah akibat banjir bandang yang merjang tempat wisata tersebut. 
 
Andri (28) salah seorang petugas keamanan objek wisata Taman Bougenville mengatakan, luapan Sungai Cigeureuh masuk ke area objek wisata. Air bah yang datang bersama lumpur sampah serta bebatuan masuk ke kolam renang tersebut.
 
"Kemarin sekitar pukul 17.00 WIB, air tiba tiba masuk ke tempat ini. Dua kolam renang kebanjiran dan menyisakan lumpur dan sampah.
 
Sekarang kami tutup dulu karena sedang dibersihkan dan beberapa perbaikan kecil. Mohon maaf juga, pengelola tidak memperbolehkan mengambil poto dan video,"kata Andri, Minggu (17/2/2019).
 
Bedasarkan pantauan, disepanjang jalan menuju objek wisata alam Gunung Puntang yang berdampingan dengan gerbang masuk objek wisata Taman Bogeunville itu, nampak seperti biasa. Beberapa warung yang biasa menjajakan makanan dan minuman tetap buka. 
 
Sisa-sisa lumpur masih terlihat di beberapa sudut jalan. Begitu juga dengan pintu gerbang objek wisata Taman Bougenville nampak tertutup rapat. Hanya ada beberapa kendaraan roda dua dan empat milik para pekerja di tempat itu.
 
"Katanya sih penyebabnya gorong gorong tersumbat sampah. Menurut warga disini, kejadian serupa pernah terjadi beberapa kali beberapa tahun lalu. Karena masih bersih bersih, menurut pengelola kemungkinan kami tutup selama seminggu,"ujarnya.
 
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung menyatakan,  selain karena hujan deras, penyebab sungai Cigereuh, karena adanya sampah yang menumpuk dan banyaknya lumpur.
 
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung, Sudrajat mengatakan banjir yang terjadi kemarin merupakan siklus empat tahunan. Kemudian, adanya sampah yang menumpuk dan lumpur yang ikut terbawa menjadi penyebab air sungai meluap.
 
"Kemarin itu ada sampah yang menghambat, terus air sungainya ada lumpur jadi meluap,"
 
Ia mengatakan, akibat luapan air sungai membuat sebagian objek wisata di taman Bougenville terendam banjir. Kemudian, banjir mencapai ke halaman rumah warga di komplek pemukiman Batureok Cipinang Indah RT 04/05 desa Cipinang, Kecamatan Cimaung. Selain itu, sawah milik warga yang tidak jauh dari sungai rusak terendam banjir.
 
"Tempat rekreasi taman Bougenville kolam renangnya terendam lumpur. Disana bagian bawahnya saja yang terendam, bagian atasnya enggak," ujarnya.
 
Menurutnya, saat kemarin terjadi banjir ketinggian air mencapai 10-30 cm dan merendam pesawahan dan kebun. Sementara pada pukul 20:25 WIB air sudah mulai surut. Saat ini pihak pengelola Gunung Puntang dan relawan tengah membersihkan sisa lumpur yang merendam kawasan wisata tersebut. Dengan ketinggian mencapai kurang lebih 10 hingga 30 cm.
 
Ia mengatakan, banjir tersebut tidak menelan korban dan tidak terdapat longsor di Gunung Puntang. Menurutnya, air sungai Cigereuh berasal dari Curug Siliwangi yang berada di Gunung Puntang. Sungai tersebut melintasi wilayah Campakamulya, Pasirhuni dan Desa Cipinang.
 
"Aliran sungai Cigereuh ujungnya masuk ke sungai Cisangkuy. Berdasarkan keterangan BMKG disebutkan jika musim hujan akan berlangsung hingga Mei mendatang. Dengan puncaknya di Februari dan Maret, jadi kami imbau agar masyarakat tetap waspada,"katanya.


Editor : inilahkoran