DKIS Rapikan Kabel Semrawut di Jalan Dr Cipto, Pemkot Cirebon Siapkan Ducting

Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon sudah melakukan penataan kabel fiber optik di Jalan Dr Ciptomangunkusumo.

DKIS Rapikan Kabel Semrawut di Jalan Dr Cipto, Pemkot Cirebon Siapkan Ducting
Petugas merapikan kabel fiber optik di Jalan Dr Ciptomangunkusumo Kota Cirebon sebagai bagian dari penataan jaringan utilitas untuk menjaga keamanan dan estetika kota. (istimewa)

INILAHKORAN.ID - Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon sudah melakukan penataan kabel fiber optik di Jalan Dr Ciptomangunkusumo dari simpang lampu merah Pemuda menuju Jabang Bayi. 

Dua mobil crane dikerahkan untuk membantu petugas merapikan bentangan kabel yang menggantung tidak beraturan. Kabid Infrastruktur TIK DKIS Kota Cirebon Dony Santosa mengatakan, pengerjaan pada ruas tersebut menyesuaikan kondisi jaringan dan akses petugas di lapangan.

"Kami sudah  perapihan di Jalan Cipto, mulai dari ruas Lampu Merah Pemuda sampai arah Jabang Bayi. Pengerjaannya situasional, semaksimal sesuai kondisi di lapangan,” kata Dony Minggu, (11/10/2026).

Penataan dilakukan dengan mengikat bentangan kabel agar lebih teratur. Kegiatan ini melibatkan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel), Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP), serta UPT Penerangan Jalan Umum Dinas Perhubungan Kota Cirebon.

Menurut Dony, mobil crane digunakan untuk menjangkau jaringan yang sulit ditangani menggunakan tangga portabel. Petugas juga merapikan kabel yang tersangkut pada pepohonan.

Namun, kepadatan jaringan dan lebarnya bentangan menjadi kendala. Pada sejumlah titik, kabel belum dapat diikat serapat yang diharapkan.

“Kalau kabelnya terlalu banyak dan bentangnya terlalu lebar nanti diikatnya kurang rapat,” ujarnya.

Dony menjelaskan, kegiatan serupa sebelumnya telah menjangkau beberapa ruas jalan. Di antaranya Jalan Tuparev dari jembatan hingga lampu merah, ruas Kartini–Siliwangi hingga Bundaran Kerucuk, serta Jalan Siliwangi ke arah PGC.

Penataan juga sudah dilakukan di Jalan Slamet Riyadi hingga Jalan Wahidin. Sementara di Jalan Sudarsono, pengerjaan baru mencakup ruas dari kantor DKIS sampai lampu merah. Ruas dari kantor DKIS menuju lampu merah Kesambi masih masuk agenda berikutnya.

Selain merapikan jaringan udara, Pemkot Cirebon menyiapkan tahapan lanjutan pada 2027 untuk pemindahan kabel ke bawah tanah. Dony mengatakan rencana tersebut membutuhkan proses panjang dan tahapan teknis sebelum dapat diterapkan.

“Pak Wali memang ingin kabel-kabel semuanya di bawah ducting. Karena selain untuk keamanan, ini juga berkaitan dengan estetika kota dan supaya indah dipandang. Tetapi prosesnya panjang. Untuk saat ini kami masih pada tahap perapihan,” katanya.

Kesemrawutan kabel sebelumnya menjadi sorotan di sejumlah kawasan perdagangan Kota Cirebon. Selain di Jalan Dr. Ciptomangunkusumo, kondisi serupa terlihat di Jalan Karanggetas, tepatnya di depan Yogya Grand Cirebon.

Berdasarkan pantauan sebelumnya, sedikitnya tujuh tiang berdiri dalam satu titik di kawasan tersebut. Puluhan kabel membentang antartiang dengan posisi tidak beraturan.

Sementara itu, Manager Yogya Grand Cirebon Nia Kurniawati berharap jaringan tersebut dapat ditata melalui sistem utilitas bawah tanah. Ia mengatakan harapan itu sudah beberapa kali disampaikan.

“Kita sudah beberapa kali sounding, tapi belum bisa sampai saat ini. Tidak tahu nanti ke depannya seperti apa,” ujar Nia.

Menurutnya, keberadaan kabel belum berdampak signifikan terhadap operasional pusat perbelanjaan. Namun, bentangan jaringan mengganggu tampilan kawasan dan menghalangi pandangan.

“Jarak pandang kita itu terhalang oleh kabel,” katanya.

Nia menyebut kondisi tersebut sudah ditemuinya sejak mulai bekerja di Yogya Grand pada 2017. Jaringan kemudian terus bertambah, dengan pemasangan baru di sekitar lokasi biasanya didahului koordinasi dengan manajemen toko.


Editor : Doni Ramdhani