Kabel Internet Semrawut di Kabupaten Bandung, DPRD Desak Pemkab Bertindak
Kesemrawutan kabel telepon dan jaringan internet udara di sejumlah ruas jalan utama Kabupaten Bandung menuai sorotan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Kesemrawutan kabel telepon dan jaringan internet udara di sejumlah ruas jalan utama Kabupaten Bandung menuai sorotan. Selain mengganggu estetika kota, pemasangan kabel yang bertumpuk dan tiang utilitas yang tidak tertata dinilai berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.
Pantauan INILAHKORAN.ID di sejumlah titik menunjukkan kabel-kabel jaringan internet saling bersilangan dan menjuntai di atas trotoar. Di beberapa lokasi, kabel bahkan terlihat hampir menyentuh permukaan jalan, sementara tiang-tiang telekomunikasi berdiri berdekatan tanpa penataan yang jelas.
Kondisi tersebut ditemukan di sepanjang Jalan Raya Bandung–Soreang dan Jalan Raya Soreang–Banjaran. Kesemrawutan serupa juga terlihat di kawasan permukiman, baik perumahan maupun kampung, yang dipenuhi tiang dan kabel jaringan dengan pemasangan yang dinilai mengabaikan aspek teknis serta tata ruang.
DPRD Minta Pemkab Bandung Bertindak
Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Bandung, Yadi Supriadi, menilai kondisi tersebut tidak boleh terus dibiarkan. Menurutnya, pemerintah daerah harus lebih selektif dalam memberikan izin pemasangan jaringan telekomunikasi dengan mempertimbangkan faktor keselamatan, kenyamanan, dan estetika wilayah.
"Saya melihat memang pemasangan tiang dan kabel telepon terlihat sembarangan. Ini sangat tidak bagus, selain bisa membahayakan, juga secara estetika sangat jelek. Instansi terkait jangan asal memberikan izin saja, tetapi juga harus melihat aspek keindahan tata ruang," kata Yadi kepada INILAHKORAN.ID, Rabu (22/7/2026).
Ia juga meminta Pemerintah Kabupaten Bandung menindak tegas perusahaan penyedia jaringan yang memasang tiang maupun kabel tanpa izin atau tidak sesuai ketentuan.
"Dinas terkait jangan diam saja. Keluarkan surat teguran kepada perusahaannya. Kalau membandel, perintahkan Satpol PP untuk melakukan eksekusi pembongkaran. Jangan takut, karena ini demi kepentingan masyarakat. Jangan sampai kepentingan pengusaha justru merugikan masyarakat dan merusak keindahan tata ruang," tegasnya.
Dorong Sistem kabel Bawah Tanah
Sebagai solusi jangka panjang, Yadi mendorong Pemkab Bandung mulai merancang pembangunan sistem utilitas bawah tanah (ducting) untuk menata jaringan telekomunikasi dan internet.
Menurutnya, meski membutuhkan investasi yang cukup besar, sistem tersebut mampu meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus mempercantik wajah kota.
Ia menilai kawasan perkotaan, khususnya Soreang sebagai ibu kota Kabupaten Bandung, sudah saatnya memiliki jaringan utilitas yang lebih modern dan tertata.
"Terutama daerah perkotaan seperti Soreang sebagai ibu kota Kabupaten Bandung, di jalan-jalan utamanya harus rapi, modern serta indah. Jangan seperti sekarang ini, semrawut tidak karuan," ujarnya.
Yadi berharap penataan kabel udara menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar ruang publik lebih aman, nyaman, dan memiliki estetika yang lebih baik. Selain memperindah kawasan perkotaan, penataan utilitas juga dinilai penting untuk mengurangi potensi kecelakaan akibat kabel yang menjuntai atau tiang yang dipasang tanpa standar teknis.***
Editor : JakaPermana

