Dompet hingga Kartu Identitas Berserakan, tapi Tak Ada Jasad Korban China Eastern Airlines yang Ditemukan
Tidak ada korban yang ditemukan setelah pesawat China Eastern Airlines yang membawa 132 orang jatuh di provinsi Guangxi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Tidak ada korban yang ditemukan setelah pesawat China Eastern Airlines yang membawa 132 orang jatuh di provinsi Guangxi.
Informasi itu disampaikan media pemerintah China pada Selasa 22 Maret 2022, ketika tim pencarian dan penyelamatan menyisir puing-puing bencana penerbangan terburuk China dalam beberapa tahun terakhir.
Tim SAR dilaporkan telah menemukan sisa-sisa kartu identitas, dompet, dan tas yang hangus di sekitar lokasi kecelakaan tetapi tidak ada tanda-tanda selamat.
Baca Juga: Pesawat Boeing Jatuh di China, Keluarga Korban Berdatangan ke Bandara
Bahkan black box atau kotak hitam pesawat—perangkat yang membawa data penting yang dapat membantu mengidentifikasi penyebab kecelakaan— belum ditemukan menurut penyiar negara CGTN .
China Eastern adalah salah satu maskapai penerbangan terbesar di China, yang saham utamanya dipegang oleh pemerintah China.
Model Boeing 737-800 yang jatuh adalah salah satu pesawat paling populer dan memiliki catatan keselamatan yang baik, meskipun telah terlibat dalam sejumlah kecelakaan fatal selama jangka waktu yang lama digunakan, termasuk kecelakaan di dekat Teheran yang menewaskan 176 orang.
Baca Juga: Downfall: The Case Against Boeing, Film Dokumenter yang Menguak Tragedi Jatuhnya Boeing 737 MAX
Jet tersebut adalah pendahulu model 737 MAX Boeing, yang dilarang terbang di seluruh dunia selama lebih dari setahun setelah dua kecelakaan di Indonesia dan Ethiopia masing-masing menewaskan 189 dan 157 orang.
Saham Boeing turun hampir 7% dalam perdagangan pra-pasar pada hari Senin setelah laporan kecelakaan itu. Pada penutupan pasar pada hari Senin, saham turun hampir 4%.***
Editor : inilahkoran

