Dorong UMKM KBB Bangkit, Hipmikindo KBB Jajaki Pemasaran Online

DPC Himpikimdo KBB mulai menjajaki kemitraan dengan salah satu provider dalam pemasaran produk UMKM secara online.

Dorong UMKM KBB Bangkit, Hipmikindo KBB Jajaki Pemasaran Online
Hipmikindo KBB Jajaki Pemasaran Online produk UMKM dengan menggandeng salah satu provider.

 
INILAHKORAN, Ngamprah - Maraknya pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang gulung tikar lantaran terdampak pandemi Covid-10 membuat sejumlah pihak ikut bersimpati.

Salah satunya DPC Himpunan Pengusaha Mikro Kecil dan Menengah Indonesia (Hipmikimdo), Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang mulai menjajagi kemitraan dengan salah satu provider dalam pemasaran produk UMKM secara online.

Ketua DPC Hipmikimdo KBB, Saiful Rachman mengatakan, selama pandemi Covid-19 banyak pelaku UMKM yang harus gulung tikar akibat produk usahanya tidak ada yang beli, sehingga tidak jarang pelaku usaha alih profesi ke bidang lain untuk bertahan hidup.

Baca Juga: Sinopsis Ikatan Cinta Jumat 11 Februari 2022: Al Panik, Reyna Diam-diam Kabur dari Pondok Pelita

"Berkaca dari kejadian selama pandemi Covid-19, maka ke depan produk usaha mikro kecil harus didorong dijual secara online," katanya.

Ia menilai, pandemi COVID-19 telah mengubah perilaku konsumen dalam melakukan transaksi. Mereka lebih banyak memanfaatkan akses digital dan menghindari interaksi jual beli secara langsung seperti penjualan konvensional agar terhindar dari paparan Covid-19.

"Zaman sekarang, konsumen ingin barang yang dipesan bisa diantar ke depan rumah. Ini jadi tantangan bagi pelaku usaha kecil agar bisa inovatif beralih dari penjualan konvensial ke digital dengan memanfaatkan marketplace," ujarnya.

Baca Juga: Sebelum Mahasiswi UPI Lintang Ardheliza Ahdiaty Dinyatakan Hilang, Dia Pamitan Untuk Bayar UKT ke Keluarga

Oleh karenanya, sambung dia, pihaknya tertarik menjalin kemitraan dengan salah satu provider untuk mewujudkan akses pemasaran digital kepada para anggota Hipmikimdo.

"Pemasaran menjadi ujung tombak, selain akses permodalan untuk menguatkan produksi dan edukasi dalam penguatan SDM," ujarnya.

Ia menuturkan, sejumlah program yang dapat dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM di antaranya 99 persen usahaku sebagai media pemasaran digital.

Baca Juga: Dilarang Bappebti, Harga Token ASIX Terjun Bebas

Kemudian, lanjut dia, ada media edukasi usaha yang juga memiliki program bersama dengan lembaga Julo dan BSI, yakni permodalan digital yang bisa diakses melalui aplikasi 99 persen usahaku.

"Hal tersebut sangat berkaitan erat. Bila terfasilitasi dengan baik dan merata maka pelaku UMKM akan mampu bertahan, tumbuh, dan berkembang walaupun dalam situasi dan kondisi pandemi saat ini," tandasnya. *** (agus satia negara)


Editor : inilahkoran