DP3AKB Jabar Bakal Gandeng Disdik untuk Gabungkan Sekolah Perempuan dengan Sekolah Kesetaraan
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jabar Siska Gerfianti mengungkapkan, pihaknya bakal menggandeng Dinas Pendidikan untuk menggabungkan atau merger sekolah perempuan dengan sekolah kesetaraan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jabar Siska Gerfianti mengungkapkan, pihaknya bakal menggandeng Dinas Pendidikan untuk menggabungkan atau merger sekolah perempuan dengan sekolah kesetaraan.
Siska menjelaskan, masih banyak perempuan di pelosok Jabar yang buta huruf. Maka dari itu, sekolah perempuan akan dikolaborasikan dengan kelas Paket A, B dan C untuk mengakomodir persoalan tersebut.
"Bagaimana sekolah perempuan kita merger dengan Paket A, B dan C. Bahwa di desa tertinggal masih banyak perempuan yang belum bisa baca tulis. Sehingga kita memadukan itu, dengan Paket A, B dan C dari Disdik," ujarnya di Kota Bandung, Senin 17 Februari 2025.
Tidak hanya itu, DP3AKB kata dia, juga akan menggandeng Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Dinas Koperasi dan UMKM (Diskuk) serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jabar, dalam menggenjot kapabilitas perempuan Jawa Barat.
"Sehingga perempuan ini tetap bisa kita latih dengan kebersamaan dan ke depan tetap latihan vokasi, supaya mereka berwirausaha dan bisa mencetak perempuan yang bisa bekerja di area domestik dengan skill qualified," kata dia.
Implementasinya kata dia, rencananya akan dimulai pada 2025 ini. Guna mengakomodir kebutuhan vokasi perempuan Jabar.
"Insyaallah di 2025," pungkasnya.
Editor : Doni Ramdhani
