INILAH, Bandung-Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menggenjot komoditas kopi dengan mendirikan sekolah internasional melalui kerja sama dengan Korea Selatan.
Ketua Komisi II DPRD Didi Sukardi menyambut baik rencana tersebut, jika tujuannya mendongkrak komoditas kopi dan potensi petani lokal. "Itu bagus, kalau memang meningkatkan petani kopi dan meningkatkan masyarakat di sekitar," ujar Didi di Kantor DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Rabu (16/1).
Hanya saja, lanjut Didi, gagasan tersebut belum masuk dalam tahap pembahasan di DPRD Jabar. Khususnya di Komisi II yang memang membidangi masalah pertanian dan perkebunan. Bahkan, Didi sendiri baru mengetahui rencana tersebut dari surat kabar.
"Sampai hari ini ide dan gagasan tersebut belum ada dalam perencanaan yang disampaikan oleh dinas terkait pada komisi," ungkapnya.
Didi juga berharap pusat pendidikan kopi internasional ini memiliki tujuan jelas. Apakah untuk menghidupkan petani, pelaku usaha atau hanya peserta pendidikannya saja. Namun dia menilai gagasan mendirikan sekolah kopi ini cukup responsif.
"Tapi yang dimaksud sekolah kopi itu seperti apa? Harus jelas dulu lembaganya, formal atau non formal," katanya.
Rencananya sekolah kopi internasional ini akan didirikan di kawasan pegunungan, mengingat akan menyentuh pula sektor pariwiasata. Secara pribadi dia setuju pada rencana proyek tersebut, terlebih bilamana mampu meningkatkan potensi kopi lokal sehingga kian terkenal di mancanegara.
Dengan begitu, tambah dia, para petani dan pelaku usaha kopi di Jabar dapat terangkat. Namun terkait pembentukan sekolah, tentunya itu berhubungan dengan komisi V.
"Kalau kemudian tujuan dari sekolah itu meningkatkan pertanian kopi, meningkatkan produktifitas petani kopi. Dan yang paling penting meningkatkan kerjasama pemasaran kopi," tutupnya.
Menurut dia, perkembangan komoditas biji kopi di Jawa Barat memang menujukan progres yang meningkat di era Gubernur Ahmad Heryawan. Indikasinya, dengan dikenalnya varietas biji kopi lokal di level internasional.
"Dan saya kira progres yang sudah ditempuh di zaman Ahmad Heryawan itu harus ditindaklajuti oleh pemerintah selanjutnya," katanya.
Rencananya, sekolah kopi internasional ini akan diikuti oleh para peserta dari mancanegara. Di mana para pematerinya akan melibatkan juga ahli kopi lokal. Didi pun mempertanyakan soal keuntungan untuk masyarakat Jabar andaikata yang terlibat pada pusat pendidikan kopi internasional tersebut didominasi warga asing.
"Makanya kalau bisa sampaikan dulu ke Komisi oleh dinas terkait," pungkasnya.
Rencana mendirikan sekolah kopi internasional tersebut disampaikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil usai menggelar pertemuan dengan Presiden Universitas Sung Kyul Korea atau perwakilan International Coffee Association di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (11/1).
Ridwan Kamil mengatakan, dengan mendirikan sekolah internasional tersebut, otomatis bakal menggenjot promosi kopi dan pariwisata di Jabar. Sehingga akan membuka jalan agar pasar kopi lokal dapat diperluas hingga ke mancanegara.
"Jadi sekarang kita akan bikin sekolah internasional kopi di gunung gunung di Jabar, salah satu yang paling siap adalah sekolah internasional kopi dengan networking dari Korea (Selatan)," ujar Ridwan Kamil.
Targetnya, lanjut dia, agar para peserta sekolah kopi internasional tersebut dapat turut mempromosikannya kopi dan panorama di Jabar. Dengan begitu, maka akan mendongkrak pula sektor pariwisata.