Dubes Malaysia Sampaikan Belasungkawa atas Runtuhnya Ponpes Al Khoziny
Pemerintah Malaysia menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi runtuhnya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Pemerintah Malaysia menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi runtuhnya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, yang menewaskan puluhan santri pada akhir September lalu.
Ucapan belasungkawa tersebut disampaikan langsung oleh Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Dato’ Syed Mohamad Hasrin Tengku Hussin, dalam sambutannya pada acara peringatan Hari Malaysia di Jakarta, Selasa malam (7/10).
“Kami turut berduka cita atas tragedi di Pesantren Al Khoziny yang telah merenggut 67 nyawa. Semoga arwah para korban mendapat rahmat Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan menghadapi cobaan ini,” ujar Dubes Syed Hasrin.
Peristiwa ambruknya gedung empat lantai Ponpes Al Khoziny terjadi pada 29 September 2025, saat bangunan tengah menjalani proses renovasi. Saat kejadian, ratusan santri sedang melaksanakan salat berjamaah, sehingga banyak yang terjebak di bawah reruntuhan.
Tim gabungan dari Badan SAR Nasional (Basarnas), BNPB, TNI, Polri, serta berbagai unsur relawan melakukan operasi pencarian dan penyelamatan selama sembilan hari.
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyebutkan dari total 171 korban, sebanyak 104 orang selamat dan 67 dinyatakan meninggal dunia, termasuk delapan korban dengan kondisi tubuh tidak utuh.
“Seluruh korban telah ditemukan, sehingga operasi SAR resmi dinyatakan selesai setelah berjalan selama sembilan hari,” ujarnya di Sidoarjo, Selasa (7/10).
Atensi Khusus dari Presiden Prabowo
Tragedi ini juga mendapat perhatian langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan, Presiden terus memantau perkembangan penanganan korban dan telah menginstruksikan evaluasi total terhadap keamanan bangunan pesantren di seluruh Indonesia.
“Presiden memberi arahan agar seluruh bangunan pesantren diperiksa kembali dari sisi struktur dan keselamatan, guna mencegah insiden serupa terulang,” kata Prasetyo
Editor : Firda Rachmawati

