Dugaan Keracunan 18 Siswa SDN Garuda, SPPG Jambudipa 1 Dihentikan Sementara 20 Hari
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jambudipa 1 di Kabupaten Bandung Barat (KBB) resmi diberhentikan sementara dari operasional selama 20 hari.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jambudipa 1 di Kabupaten Bandung Barat (KBB) resmi diberhentikan sementara dari operasional selama 20 hari.
Keputusan tegas ini diambil langsung Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) KBB menyusul insiden dugaan keracunan pangan yang menimpa belasan siswa SDN Garuda, Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, pada akhir pekan lalu.
"Langkah ini bukti keseriusan pengawasan mutu dan keamanan pangan dalam program yang menyasar jutaan anak di seluruh negeri," kata Ketua Satgas MBG KBB Fauzan Azima, Senin (5/10/2026).
Fauzan menjelaskan, penghentian operasional tersebut dilakukan menyusul laporan yang masuk pada Selasa (29/9/2026) di mana sejumlah siswa mulai menunjukkan gejala kesehatan yang mengkhawatirkan setelah mengonsumsi sajian dari program tersebut.
Dia menyebut, gejala yang muncul meliputi rasa mual, muntah, pusing, hingga sakit perut yang terasa melilit menjadi reaksi tubuh yang menjadi indikasi kuat adanya masalah pada keamanan pangan yang disajikan.
"Penghentian sementara berlaku selama 20 hari," ucapnya
Dikatakan Fauzan, laporan terkait dugaan keracunan langsung ditindaklanjuti begitu diterima. Tim investigasi turun ke lapangan guna menelusuri sumber masalah, mulai dari proses penyiapan, pengolahan, hingga pendistribusian makanan ke sekolah.
"Sajian yang dikonsumsi siswa pada hari kejadian terdiri dari nasi putih, hidangan ayam chicken cordon bleu, kacang polong goreng, sayuran campur (mix vegetable), dan buah kelengkeng sebagai penutup," sebutnya.
Berdasarkan pemeriksaan langsung di lokasi, ungkap Fauzan, tim menemukan indikasi kuat bahwa salah satu komponen lauk yang disajikan mengalami perubahan rasa yang tidak wajar, sehingga menjadi petunjuk utama penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa.
Kemudian, sampel makanan yang diduga bermasalah telah diamankan dan diambil untuk pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan jenis, penyebab, serta tingkat bahayanya.
"Dari hasil asesmen lapangan secara menyeluruh, ditemukan dugaan adanya makanan, khususnya lauk yang berubah rasa. Petugas sudah mengambil sampelnya untuk diteliti lebih lanjut," ungkapnya.
Editor : Doni Ramdhani

