Duhh...Sampah Menumpuk, Bau Menyengat Hiasi Komplek Pemda KBB
Bau busuk sampah menyengat di kawasan Pemda KBB tepatnya di jalan arah ke gedung full kendaraan di kawasan terpadu pemerintahan tersebut
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Tumpukan sampah yang berada di dekat gedung full kendaraan di kawasan Kompleks Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) dikeluhkan warga sekitar.
Pasalnya, banyak sampah yang berserakan di bagian bahu jalan menuju area full kendaraan di Komplek Pemda KBB. Tak hanya itu, aroma tak sedap membuat tak nyaman lantaran sampah basah yang diguyur hujan.
"Bau banget ih, jijik lagi. Apalagi kalau musim hujan begini, duh alatnya pada menclok," ungkap Asep, warga yang melintas tempat tumpukan sampah di dekat gedung full kendaraan.
Menurutnya, adanya tumpukan sampah yang berserakan di Kompleks Pemda KBB dinilai tidak elok. Padahal, seharusnya lingkungan di sekitar Pemda KBB menjadi wajah yang mencerminkan keindahan dan kebersihan.
Kepala Bidang Kebersihan pada Dinas Lingkungan Hidup (LH) KBB, Didit Lidya mengaku, ada keterlambatan dalam pengangkutan sampah sepanjang dua pekan terakhir ini.
Kendati demikian, ia menyebut, jika sampah di dekat gedung full kendaraan itu liar dan dipastikan bukan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
"Sampah yang berasal dari OPD disepakati disimpan di gedung masing-masing dengan dikemas ke kantung sampah (trash bag)," katanya.
Namun, sambung dia, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kebersihan tetap mengangkut sampah-sampah liar, seperti yang ada di sekitar kompleks perkantoran KBB.
"Kita bersurat, supaya sampah-sampah dari OPD itu dimasukan saja ke trash bag. Nanti setiap hari Sabtu diangkut untuk dibuang ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir)," ujarnya.
Ia menuturkan, untuk pengangkutan sampah dari masyarakat belakangan ini terkendala dengan kondisi medan di TPA Sari Mukti, Kecamatan Cipatat.
Menurutnya, laju truk-truk sampah tersendat lantaran kondisi jalan yang licin, akibat hujan. Biasanya satu truk, bisa bongkar muat dua kali dalam sehari, dua pekan terakhir hanya bisa satu kali saja.
"Jadi truknya, tersendat untuk kembali lagi mengangkut sampah di tempat lain. Ya, karena saking lamanya nunggu antrean menuju TPA Sari Mukti," *** (agus satia negara).
Editor : Ahmad Sayuti

