INILAH, Cibinong- SMK Negeri 2 Cibinong kekurangan komputer dalam menjalani Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang berlangsung di sepanjang pekan ini.
Untuk tetap bisa menjalani UNBK pihak sekolah meminjam laptop milik siswa dan guru. Wakil Kepsek SMK Negeri 2 Cibinong Citra Sekar Pramanik mengatakan seharusnya sekolah setidaknya memiliki 52 unit perangkat komputer.
Hanya saja, bantuan komputer dari pemerintah kurang memadai. Akhirnya untuk menggenapi menjadi 26 unit komputer pihaknya terpaksa meminjam laptop.
"Karena komputer atau laptop yang tersedia itu ada 26 unit (plus laptop milik siswa dan guru), akhirnya UNBK ini kami bagi kedalam dua shift," kata Citra kepada wartawan, Senin (25/3).
Ia berharap ditahun 2020 mendatang, sekolahnya kembali mendapatkan bantua 230 unit komputer atau laptop dari Pemprov Jawa Barat ataupun pemerintah pusat.
"Kalau tahun ini jumlah siswa kelas XII ada 52 jiwa dan untuk tahun 2020 meningkat menjadi 250 jiwa hingga kita butuh tambahan 230 unit komputer atau laptop lagi, mudah-mudahan keinginan itu bisa terwujud hingga nantinya UNBK cukup berlangsung selama satu shift," harapnya
Kepsek SMK Negeri 2 Cibinong Juniartini menjelaskan pasca UNBK, jajarannya selanjutnya pada bulan April mendatang akan melanjutkan Ujian Akhir Sekolah Berbasis Nasional (UASBN) dan Ujian Kompetensi Keahlian (UKK).
"Usai jalani UNBK, kami akan fokus melangsungkan UASBN dan UKK, jika selama tiga tahun ini hanya siswa jurusan musik klasik saja yang jalani UNBK maka mulai tahun depan siswa 4 jurusan lainnya seperti Perbankan dan Keuangan Mikro, Broadcast, Animasi, dan Perhotelan. Kamu dulu fokus di jurusan musik klasik dan mulai tahun 2017 kami membuka 4 jurusan lain karena melihat tingginya animo masyarakat akan jurusan-jurusan diatas," jelas Juniartini.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dewi Sartika saat kunjungannya ke Cibinong Senin, (25/2) lalu menuturkan untuk tahun 2019, jajarannya menargetkan ratusan SMK maupun SMA di jawa Barat melangsungkan 100 persen UNBK.
"InsyaAllah di Provinsi Jawa Barat ujian nasional di tingkat SMK dan SMA 100 persen menggunakan sistem UNBK, kekurangan komputer atau laptop yang dialami sekolah saya minta bisa ditanggani dengan meminjam ke sekolah lain yang tidak menjalani UNBK atau ke pihak lain seperti siswa dan guru," tutur Dewi.