Duka Kembali Melanda Megamendung, Dani Meninggal Terkena Material Longsor, Putra Kecilnya Luka-luka
Awan hitam kembali menggelayuti hati warga Kampung Rawa Sedek, Desa dan Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Awan hitam kembali menggelayuti hati warga Kampung Rawa Sedek, Desa dan Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.
Dua orang warganya diketahui hanyut di kali, setelah sebelumnya terkena material tanah longsor.
Dari dua orang korban bencana tanah longsor dan banjir tersebut, satu orang diantaranya meninggal dunia dan satu orang lainnya mengalami luka-luka.
Korban yang meninggal dunia adalah Dani, pria berusia 75 tahun. Sedangkan putranya Wanto mengalami luka-luka.
“Korban Dani (75 tahun) dan Wanto (4 tahun) sedang bersitrirahat di rumah pribadinya. Saat hujan turun, korban bersama anaknya tersebut keluar rumah untuk evakuasi mandiri,” kata Staf Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Jalaludin kepada wartawan, Senin 4 Agustus 2025.
Namun pada saat keluar rumah korban terpeleset akibat tanggul penahan tanah (TPT) dari rumah tetangganya yang berada di atas longsor.
Tak pelak, korban bersama anaknya jatuh sampai terbawa arus aliran anak kali Cirangrang sampai sejauh sekitar 3 kilometer.
Jalaludin menuturkan, bahwa kejadian naas tersebut terjadi Senin sore sekitar pukul 15.50 WIB, dimana saat itu terjadi hujan dengan curah hujan sangat deras dan disertai angin kencang.
Sebelumnya, dalam kunjungannya ke Kampung Rawa Sedek, Desa dan Kecamatan Megamendung, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq meminta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Bupati Bogor Rudy Susmanto untuk memperbaiki tata ruang dan melakukan penyusunan kajian lingkungan hidup strategis khususnya di Kawasan Puncak.
Ia mengungkapkan, bahwa lokasi bencana alam tanah longsor di Kampung Rawa Sedek tak hanya rawan, tetapi juga tidak sesuai dengan Rencana Dasar Tata Ruang (RDTR).
"Selain itu, diperlukan juga langkah sosialisasi mitigasi bencana alam tanah longsor dan banjir kepada masyarakatnya," ungkap Hanif Faisol Nurofiq.
Ia pun berharap ada langkah penanaman pohon keras dan buah di lahan - lahan kritis maupun titik rawan bencana alam tanah longsor.
Pemerintah bakal menyiapkan bibit pohon kayu maupun buah, untuk selanjutnya ditanam oleh Forkopimcam, Kepala Desa, Lurah dan masyarakat.
"Masyarakat juga harus membersihkan saluran air di lingkungannya, kejadian bencana alam tanah longsor dan banjir kemarin harus menjadi pelajaran untuk kita semua," tukasnya. (*)
Editor : Zulfirman

