Dress Code Merah, Arab Saudi Ikut Rayakan Valentine?
Arab Saudi merayakan Hari Valentine dengan cara yang berbeda. Di negara tersebut, pakaian dalam berwarna merah di etalase toko.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Kebanyakan orang mengenal tanggal 14 Februari sebagai hari kasih saying atau hari Valentine. Lantas bagaimana perayaan hari tersebut di daerah Timur Tengah terutama Arab Saudi.
Ya, Arab Saudi dikenal sebagai pusat bagi Umat Islam lantaran di negara tersebut terdapat dua tanah suci muslim yaitu Makkah dan Madinah.
Dikutip dari wordtodaynews.com, Arab Saudi merayakan Hari Valentine dengan cara yang berbeda. Di negara tersebut, pakaian dalam berwarna merah di etalase toko.
Baca Juga: PSIS Hanya 14 Pemain saat Melawan Persib Nanti, Ini Tanggapan Robert Alberts
Bahkan menjelang Hari Valentine, penjualan pakaian dalam berwarna merah meningkat. Namun, di tengah fenomena tersebut, taka da sepatah kata pun terkait Valentine.
"Manajemen telah meminta kami untuk menghias pajangan jendela dengan pakaian dalam berwarna merah, tetapi tanpa perayaan Hari Valentine di mana pun," ucap seorang penjual di salah satu mal di Riyadh.
"Sekarang kita bisa menempatkan baju merah dengan nyaman, dan bahkan melihatnya di jendela," sambungnya.
Penjual itu membeberkan, di Hari Valentine banyak konsumen yang meminta lingerie berwarna merah.
Baca Juga: Nagita Slavina Sampai Nangis Tidak Ditemani Raffi Ahmad di Mega Konser, Raffi Kemana?
“Saat ini kami sedang memberikan diskon, tapi kami tidak menyebutnya sebagai promo hari Valentine,” ucapnya.
Namun, ada juga pengunjung yang kurang nyaman dengan banyaknya toko yang memajang pakaian dalam berwarna merah tersebut.
“Ini [pakaian dalam merah yang dipajang] mengganggu saya. Tapi, ada yang suka, dan ini adalah kebebasan memilih,” ujar salah seorang pengunjung.
Secara tradisional, Arab Saudi tidak merayakan Hari Valentine. Namun, belakangan ini banyak orang mulai merayakannya.
Baca Juga: Kasus Penggelapan Pajak Dana Desa, Aneh... Bukti Setor Asli Tapi Nominal Setor Pajak Dipalsukan
“Permintaan pakaian dalam di hari Valentine ini banyak sekali, dan konsumen terkadang meminta pakaian berwarna merah,” ujar salah satu penjual, Khuloud.
Pramuniaga ini juga mengatakan pakaian dalam berwarna merah adalah yang paling dicari selama periode Valentine. Toko-toko juga menawarkan diskon untuk parfum dan makeup.
Salah satu pembeli, Reem Al-Qahtani mengatakan, masyarakat Arab Saudi pelan-pelan menerima Hari Valentine, meski tidak secara eksplisit.
Reem Al-Qahtani menyebut kebanyakan orang di negaranya itu hanya merayakannya, tanpa menyebutnya Hari Valentine.
Baca Juga: Spoiler Twenty Five Twenty Nine Episode 3: Perhatian Baek Yi Jin Pada Na Hee Do Makin Terlihat?
“Saat ini, kami merayakan [Valentine] dengan tenang di kafe dan restoran, tetapi kami berharap ini akan mendapatkan daya tarik dalam beberapa tahun ke depan,” ujarnya.
Sebelumnya, Arab Saudi dikenal cukup ketat terhadap perayaan Hari Valentine. Polisi agama bahkan menindak penjualan perlengkapan Hari Valentine dan orang-orang yang mengenakan pakaian merah.***
Editor : inilahkoran


