Sempat Dapat Pertolongan, Ibu Hamil di Ukraina Dan Bayinya Berakhir Tewas Akibat Serangan Rusia
Seorang wanita hamil terluka yang dibawa dengan tandu dari rumah sakit bersalin yang dibom oleh Rusia beberapa waktu lalu telah meninggal.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Seorang wanita hamil terluka yang dibawa dengan tandu dari rumah sakit bersalin yang dibom oleh Rusia beberapa waktu lalu telah dinyatakan meninggal dunia, bersama dengan bayinya.
Dikutip dari AP, dia merupakan salah satu dari setidaknya tiga wanita hamil yang terlacak dari rumah sakit bersalin yang dibombardir pada Rabu di kota Mariupol, Ukraina. Dua lainnya selamat, bersama dengan putri mereka yang baru lahir.
Dalam video dan foto yang diambil setelah serangan di rumah sakit, wanita yang terluka itu mengelus perut kiri bawahnya yang berdarah saat petugas darurat membawanya melewati puing-puing, wajahnya yang pucat mencerminkan keterkejutannya atas apa yang baru saja terjadi.
Baca Juga: Ketum Kadin Sebut Harga Minyak Goreng Mahal Karena Perang Rusia-Ukraina
Wanita itu dibawa ke rumah sakit lain untuk mendapatkan perawatan dari dokter yang mencoba menyelamatkannya. Menyadari dia kehilangan bayinya, petugas medis berkata, dia berteriak kepada mereka, "Bunuh aku sekarang!"
Bayinya dilahirkan melalui operasi caesar tetapi "tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan," katanya.
Berselang beberapa waktu, wanita tersebut pun kemudian meninggal dunia akibat luka parah yang dialaminya di bagian pinggul pasca pengeboman.
Baca Juga: Mencekam! Detik-detik Pemadaman Listrik Serentak Saat Gempa Magnitudo 7.3 Guncang Jepang
Dalam kekacauan setelah serangan udara, petugas medis tidak mendapatkan namanya sebelum suami dan ayahnya mengambil tubuhnya.***
Editor : inilahkoran


