Efisiensi, Perangkat Desa Cirebon Timur Bakal Kendarai Sepeda Listrik
Kebijakan efisiensi anggaran yang didorong pemerintah pusat membuat sejumlah daerah mengambil langkah konkret untuk menekan biaya operasional.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Dampak konflik di Timur Tengah yang memicu kenaikan harga BBM mulai dirasakan hingga ke tingkat pemerintahan desa.
Kebijakan efisiensi anggaran yang didorong pemerintah pusat membuat sejumlah daerah mengambil langkah konkret untuk menekan biaya operasional.
Di Desa Ambulu, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, pemerintahan desa setempat mewajibkan seluruh perangkat desa menggunakan sepeda listrik dalam menjalankan tugas sehari-hari.
Kepala Desa (Kuwu) Ambulu Sunaji mengatakan, kebijakan tersebut merupakan bentuk respons terhadap situasi global yang berdampak langsung pada kondisi anggaran di daerah.
“Kami sangat prihatin dengan kondisi saat ini yang memengaruhi pemerintahan desa. Oleh karena itu, kami wajibkan perangkat desa menggunakan sepeda listrik sebagai bentuk efisiensi anggaran, sambil tetap semangat melayani masyarakat,” ujar Sunaji, Rabu (8/4/2026).
Menurutnya, penggunaan kendaraan berbasis listrik dinilai lebih hemat dibandingkan kendaraan berbahan bakar bensin, terutama di tengah tren kenaikan harga BBM.
“Dari motor bensin, kami ganti dengan sepeda listrik untuk semua perangkat desa. Ini langkah nyata agar pengeluaran operasional bisa ditekan,” jelasnya.
Selain efisiensi, Sunaji menilai kebijakan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendukung program nasional dalam menghadapi dampak ekonomi akibat konflik global.
Dia berharap langkah ini tidak mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat, melainkan justru meningkatkan efektivitas kerja perangkat desa.
“Harapannya pelayanan tetap optimal, bahkan lebih efektif dan efisien. Kami ingin Desa Ambulu terus berkembang dan masyarakat tetap terlayani dengan baik,” tukasnya.
Editor : Doni Ramdhani

